Estimasi waktu baca: 2 menit

Program MBG penting untuk pemenuhan gizi, tetapi pengelolaan sisa makanan dan limbah cair dapur tidak boleh diabaikan.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu program penting untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak. Namun, pelaksanaannya tidak boleh hanya berhenti pada menu dan distribusi makanan.

Di balik penyediaan makanan dalam jumlah besar, ada potensi limbah yang harus dikelola. Sisa makanan, limbah cair dapur, kemasan, dan sampah organik dapat menjadi persoalan baru jika tidak ditangani sejak awal.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya mengingatkan pengelola Program MBG agar memperhatikan limbah makanan dan limbah cair dari kegiatan penyediaan makanan.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

“Program ini sangat baik untuk masyarakat, namun pengelolaan limbahnya juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” ujar Untung.

Menurut Untung, aktivitas penyediaan makanan dalam Program MBG berpotensi menghasilkan sisa makanan. Proses pengolahan makanan juga dapat menghasilkan limbah cair.

Karena itu, pengelola kegiatan perlu memiliki sistem pengelolaan limbah yang tepat. Langkah ini diperlukan agar limbah tidak mencemari lingkungan sekitar.

DLH Palangka Raya juga mengingatkan adanya regulasi mengenai baku mutu dan standar teknologi pengolahan air limbah. Aturan itu dapat menjadi pedoman bagi pengelola kegiatan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pengelola kegiatan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, serta mampu menerapkan teknologi pengolahan limbah secara tepat guna,” jelas Untung.

Program MBG harus menjadi program yang sehat dari awal sampai akhir. Makanan yang bergizi penting, tetapi lingkungan dapur, sekolah, dan sekitar lokasi penyediaan makanan juga harus tetap bersih.

Pengelola program perlu menyiapkan pemilahan sampah, pengolahan sisa makanan, saluran limbah yang aman, serta penggunaan kemasan yang tidak menambah beban lingkungan.

MBG tidak boleh melahirkan persoalan baru. Program ini harus sehat untuk anak, sehat untuk sekolah, dan sehat untuk lingkungan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.