Estimasi waktu baca: 4 menit

Setelah bertahun-tahun dikeluhkan warga, Pemko Palangka Raya menyebut perbaikan jalan Mendawai harus menunggu drainase dan dilakukan bertahap.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Keluhan warga soal jalan rusak di Komplek Mendawai, akses utama menuju Pasar Kahayan, akhirnya dijawab Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Ruas jalan di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 1 itu sebelumnya dikeluhkan warga dan pedagang karena rusak parah, berlubang, tidak rata, serta disebut sudah berlangsung bertahun-tahun. Jalan tersebut bukan akses biasa. Setiap hari, warga, pedagang, pembeli, dan pengendara melintas menuju Pasar Kahayan, salah satu aset Pemerintah Kota Palangka Raya.

Advertisement

Fairid memastikan ruas itu masuk prioritas penataan Pemko Palangka Raya.

“Masuk prioritas kok penataan, ada aja pasti,” tulis Fairid kepada Cyrustimes saat dihubungi, Selasa malam, 30 Juni 2026.

Drainase Jadi Alasan Awal

Meski disebut prioritas, pengaspalan jalan belum bisa langsung dilakukan. Fairid menyebut pemerintah kota harus lebih dulu mengerjakan drainase di kawasan tersebut.

Advertisement

“Drainase dulu,” tegas Fairid.

Penjelasan itu memberi gambaran bahwa perbaikan jalan tidak hanya bergantung pada lapisan aspal. Pemerintah kota melihat persoalan air dan drainase sebagai bagian dari masalah utama di kawasan Pasar Kahayan.

Namun bagi warga, jawaban teknis itu belum cukup. Kerusakan jalan telah mereka hadapi setiap hari. Lubang, genangan, dan permukaan jalan yang tidak rata sudah lama mengganggu aktivitas masyarakat.

Advertisement

Pengendara roda dua menjadi kelompok paling rentan. Saat hujan, lubang jalan berpotensi tertutup air. Risiko kecelakaan pun meningkat, terutama bagi warga yang melintas pagi dan sore hari saat aktivitas pasar ramai.

Pasar Kahayan Ikut Dijanjikan Diaspal

Fairid juga menyebut area Pasar Kahayan akan ikut mendapat penataan. Ia memastikan kawasan pasar tidak lepas dari rencana pengerjaan pemerintah kota.

“Pasarnya diaspal juga,” kata Fairid.

Advertisement

Pernyataan ini menjadi penting karena Pasar Kahayan merupakan aset Pemko Palangka Raya. Jika akses dan lingkungan pasar dibiarkan rusak, pemerintah kota bukan hanya menghadapi persoalan infrastruktur, tetapi juga kualitas pelayanan publik di kawasan ekonomi rakyat.

Pasar Kahayan selama ini menjadi ruang hidup banyak warga. Pedagang mencari nafkah di sana. Pembeli datang untuk memenuhi kebutuhan harian. Warga Mendawai menjadikan ruas itu sebagai akses permukiman dan jalur mobilitas harian.

Ketika jalan utama menuju pasar rusak bertahun-tahun, pertanyaan publik menjadi sederhana: mengapa akses menuju aset pemerintah sendiri begitu lama dibiarkan?

Advertisement

Anggaran Dipotong, Pengerjaan Bertahap

Fairid mengakui pengerjaan semestinya bisa dilakukan tahun ini. Namun, ia menyebut adanya pemotongan anggaran membuat pemerintah kota tidak dapat mengerjakan penataan secara sekaligus.

“Harusnya tahun ini sih, cuman potongan paksa bertahap, jadi kami pemerintah kota tidak bisa sekaligus,” ungkapnya.

Alasan keterbatasan anggaran kini menjadi titik krusial. Di satu sisi, pemerintah kota menyatakan ruas itu masuk prioritas. Di sisi lain, warga belum mendapat kepastian kapan jalan yang mereka lewati setiap hari benar-benar diperbaiki.

Advertisement

Pernyataan bertahap juga membuka ruang pertanyaan baru. Tahap pertama akan dimulai dari titik mana. Drainase dikerjakan kapan. Pengaspalan dilakukan tahun ini atau menunggu tahun berikutnya. Pemerintah kota perlu menjelaskan jadwal kerja secara terbuka agar warga tidak hanya menerima janji umum.

Warga Menunggu Bukti di Lapangan

Sebelumnya, warga dan pedagang menyebut jalan di Komplek Mendawai sudah rusak sejak masa pandemi COVID-19, bahkan ada yang menyebut sejak sebelum pandemi. Penanganan yang terlihat selama ini hanya tambal sulam.

Tambalan itu tidak menjawab akar masalah. Jalan kembali rusak. Genangan tetap muncul. Mobilitas warga tetap terganggu.

Advertisement

Karena itu, respons Fairid menjadi awal, bukan akhir. Pemerintah kota kini ditunggu untuk menunjukkan langkah nyata di lapangan.

Jika ruas tersebut benar masuk prioritas, Pemko Palangka Raya perlu segera membuka rencana penataan secara rinci. Mulai dari pengerjaan drainase, alokasi anggaran, target pengaspalan, hingga titik jalan yang akan ditangani lebih dulu.

Bagi warga Mendawai dan pedagang Pasar Kahayan, persoalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan, akses ekonomi, dan kewajiban pemerintah menjaga fasilitas publik.

Advertisement

Jalan rusak bertahun-tahun di depan akses pasar milik pemerintah menjadi cermin sederhana tata kelola kota. Prioritas tidak cukup diucapkan. Prioritas harus tampak dari alat berat yang turun, drainase yang dibangun, aspal yang terhampar, dan jalan yang kembali aman dilalui warga.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
Advertisement