Estimasi waktu baca: 3 menit

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dilakukan Kelompok Tani Muda Berkarya yang memasang baleho dan spanduk berisi ajakan menghentikan praktik pembakaran lahan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Pemasangan dipimpin langsung Ketua Kelompok Tani Muda Berkarya, Khoirul Anwar, bersama para anggotanya.

Advertisement

Aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Daerah dan Kepolisian dalam mencegah karhutla yang hampir setiap tahun menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah.

Baleho yang dipasang memuat pesan:

“STOP BAKAR LAHAN…!!!”
Bersama Pemerintah dan POLRI Kami Kelompok Tani Muda Berkarya Mengajak Seluruh Masyarakat Kota Palangka Raya Untuk Mengolah Lahan Tanpa Membakar Demi Masa Depan Anak Cucu Kita.

Sebanyak lima baleho dan spanduk dipasang di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan rawan kebakaran serta di sepanjang Jalan Trans Kalimantan, wilayah Kelurahan Kalampangan.

Pemilihan lokasi tersebut dilakukan karena Kalampangan dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Palangka Raya yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi saat musim kemarau.

Advertisement

Melalui media sosialisasi itu, para petani muda berharap masyarakat yang beraktivitas maupun melintas di kawasan tersebut terus diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Edukasi Petani untuk Mencegah Karhutla

Ketua Kelompok Tani Muda Berkarya, Khoirul Anwar, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian petani terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mencegah kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, praktik membuka lahan dengan cara membakar tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap sektor pertanian, kesehatan masyarakat, hingga berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Sebagai petani muda, kami merasakan langsung dampak karhutla. Gagal panen, asap, sampai masalah hukum. Melalui baleho dan imbauan ini kami ingin mengajak warga Palangka Raya untuk bertani atau membuka lahan tanpa bakar. Jaga hutan, jaga hasil tani kita,” ujar Khoirul.

Ia berharap semakin banyak masyarakat beralih menggunakan metode pengolahan lahan tanpa pembakaran sehingga risiko terjadinya karhutla dapat ditekan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan

Kelompok Tani Muda Berkarya menilai pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Advertisement

Partisipasi aktif masyarakat, khususnya para petani yang bersentuhan langsung dengan aktivitas pengelolaan lahan, dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah munculnya titik api.

Karena itu, sinergi antara kelompok tani, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya bertani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui gerakan edukasi tersebut, para petani muda berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan terus meningkat sehingga kabut asap yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat Kalimantan Tengah dapat dicegah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja