Estimasi waktu baca: 3 menit

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) untuk menghentikan pemadaman listrik bergilir mulai 5 Agustus 2026 menjadi perhatian masyarakat setelah hampir beberapa pekan menghadapi gangguan pasokan listrik. Janji tersebut kini menjadi momentum pembuktian pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng.

General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono sebelumnya menyampaikan bahwa pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada sejumlah pembangkit utama yang secara bersamaan mengalami kendala operasional.

Advertisement

Salah satu pembangkit yang menjadi perhatian adalah PLTU SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang mengalami gangguan pada salah satu unit pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW). Perbaikan unit tersebut ditargetkan selesai dan kembali masuk ke sistem kelistrikan pada 5 Agustus 2026.

PLN Pastikan Pemadaman Bergilir Berakhir

PLN UID Kalselteng menegaskan target 5 Agustus bukan merupakan batas normalisasi penuh seluruh sistem, melainkan target berakhirnya pemadaman bergilir setelah tambahan daya dari pembangkit yang diperbaiki kembali masuk ke jaringan interkoneksi Kalselteng.

Manager Komunikasi PLN UID Kalselteng Humaidi menyebut masuknya kembali pasokan dari PLTU SLK Unit 1 diharapkan mampu mencukupi kebutuhan pelanggan sehingga pemadaman bergilir tidak lagi diterapkan.

Advertisement

Sementara itu, perbaikan sejumlah pembangkit lain, termasuk PLTU Asam-Asam, masih menjadi bagian dari upaya memperkuat cadangan daya agar sistem kelistrikan semakin stabil.

Pemerintah Daerah Tagih Komitmen PLN

Sebelumnya, pemerintah daerah juga meminta PLN memenuhi komitmen yang telah disampaikan terkait penghentian pemadaman listrik.

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menegaskan pemerintah akan mengawal janji PLN agar masyarakat tidak kembali mengalami gangguan listrik berkepanjangan. Ia menyebut pemadaman telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik.

Pemerintah daerah menilai kepastian pasokan listrik menjadi kebutuhan penting karena listrik berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan produktivitas masyarakat.

Dampak Pemadaman Jadi Sorotan

Krisis listrik di wilayah Kalselteng sebelumnya memicu berbagai keluhan masyarakat. Pemadaman bergilir tidak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap pelaku usaha kecil, sektor perdagangan, hingga usaha yang bergantung pada pasokan listrik secara terus menerus.

Di Palangka Raya, persoalan listrik juga mendapat sorotan dari masyarakat yang meminta PLN memberikan kepastian penyelesaian. Sejumlah pihak menilai perbaikan sistem kelistrikan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak kembali berulang.

Advertisement

Masyarakat Tunggu Bukti, Bukan Sekadar Janji

Dengan target penghentian pemadaman mulai 5 Agustus 2026, masyarakat kini menunggu realisasi komitmen PLN Kalselteng.

Selain memastikan pasokan kembali normal, PLN juga dituntut memperkuat keandalan sistem agar gangguan pembangkit tidak kembali menyebabkan pemadaman luas di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pemulihan listrik menjadi pekerjaan penting bagi PLN, mengingat kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, dan pembangunan daerah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja