Estimasi waktu baca: 5 menit

Warga Palangka Raya Kembali Hadapi Pemadaman Listrik

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali harus menghadapi penghentian sementara aliran listrik di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih pekat dan kualitas udara yang belum aman, Senin (21/9/2026).

PLN ULP Palangka Raya Timur mengumumkan sedikitnya dua periode penghentian sementara aliran listrik, yakni pukul 11.00–14.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB, dengan wilayah terdampak berbeda.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui kanal WhatsApp resmi PLN ULP Palangka Raya Timur yang memiliki lebih dari 50 ribu pengikut. PLN menyebut penghentian sementara dilakukan karena gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak pada sebagian wilayah kerjanya.

Situasi ini membuat warga kembali menghadapi dua persoalan bersamaan: udara di luar ruangan masih tercemar kabut asap, sementara pasokan listrik yang menunjang aktivitas di dalam rumah kembali terganggu.

Pemadaman Bergilir hingga Sore

Dalam pengumuman pertama, PLN menjadwalkan penghentian sementara aliran listrik pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.

Wilayah terdampak antara lain Kampus II UMPR, Terminal W.A Gara, Jalan Mahir Mahar, G Obos XXVII, G Obos XXVB, Yos Sudarso Ujung, Dulin Kandang, Sahidar Jinu, Sinar Kahayan, Panenga, Pasir Panjang, Nansarunai, Sepan Raya, Khatulistiwa, Siti Bakar, Kapakat, Petak Puti, Batu Ampar, Batu Alam dan Basewut.

Sebagian Jalan RTA Milono, kawasan Sabaru dan Kereng Bangkirai serta sejumlah ruas lainnya juga masuk daftar.

Belum selesai periode tersebut, PLN mengumumkan jadwal berikutnya pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Wilayah pada periode kedua meliputi RSUD Kota Palangka Raya, Harian Umum Tabengan, Stasiun Meteorologi Kelas I Palangka Raya, Jalan Mahir Mahar, Poncowati, Bengaris, sebagian Kerenggan, sebagian Adonis Samad, Bandara Estate, Bandar Utama, Kelakai, Lamtoro Gung, Haka hingga Bhayangkara.

Daftar juga mencakup sebagian Perintis Casadova, Buncis, Telawang Raya, Tabat Kalsa, Misik, Sawang, Kamboja, Sanang, Buluh Marindu, Bukit Pinang, Talio, Kelampangan, Kameloh Baru, Bereng Bengkel, Tanjung Taruna, Danau Tundai hingga Tumbang Nusa dan sekitarnya.

PLN memberi catatan bahwa jadwal dapat berubah menyesuaikan beban Sistem Kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Gangguan Sejumlah Pembangkit Jadi Penyebab

Dalam kedua pengumuman tersebut, PLN menyampaikan alasan yang sama.

“Sehubungan dengan adanya gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak pada sebagian wilayah kerja PLN ULP Palangkaraya Timur, maka akan dilakukan penghentian sementara aliran listrik,” demikian keterangan PLN.

Persoalan pembangkit bukan masalah baru.

PLN sebelumnya mengungkap sedikitnya empat pembangkit yang menopang sistem kelistrikan terkait masih mengalami gangguan pada pertengahan September, yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim, PLTU Kaltim Prima Coal, PLTU Teluk Balikpapan dan PLTMG Bangkanai di Barito Utara. PLN saat itu menargetkan pembangkit yang dipulihkan masuk kembali secara bertahap pada pekan ketiga hingga keempat September 2026. 

PLN juga sebelumnya mempercepat pemulihan unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan untuk menjaga keandalan pasokan listrik Kalselteng. 

Namun memasuki 21 September 2026, penghentian sementara aliran listrik masih harus dilakukan.

Ironi di Tengah Kabut Asap Pekat

Pemadaman kali ini terjadi dalam situasi yang berbeda dari kondisi normal.

Kabut asap karhutla masih menyelimuti Palangka Raya. Sehari sebelumnya, pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya sempat mencapai 877,7 µg/m³, jauh melampaui ambang kategori Berbahaya BMKG yang dimulai pada 250,5 µg/m³. 

Dalam kondisi kualitas udara buruk, masyarakat justru dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Konsekuensinya, kebutuhan listrik di rumah menjadi semakin penting untuk kipas angin, pendingin ruangan, penyaring udara, pompa air, perangkat komunikasi hingga menunjang aktivitas bekerja dan belajar dari rumah.

Ketika listrik padam, pilihan warga menjadi terbatas: bertahan di dalam ruangan tanpa sejumlah perangkat penunjang kenyamanan dan kualitas udara, atau beraktivitas di luar ketika kabut asap masih menjadi ancaman kesehatan.

Situasi serupa telah dikeluhkan warga Palangka Raya pada pekan sebelumnya. Pemadaman listrik dan kabut asap membuat warga merasa terjepit karena di dalam rumah terasa panas ketika kipas atau perangkat elektronik tidak berfungsi, sedangkan udara di luar tidak sehat akibat asap. 

Pemko Sudah Keluhkan Dampak Pemadaman

Persoalan pemadaman listrik juga telah mendapat perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin pada Jumat (18/9/2026) menyatakan pemerintah kota terus berkomunikasi dengan PLN menyusul pemadaman yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemadaman bahkan dinilai berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar ketika sebagian siswa menjalani Pembelajaran Jarak Jauh akibat kabut asap. 

Persoalan kelistrikan Kalteng sebelumnya juga sampai mendapat sorotan DPR RI.

Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto mempertanyakan kondisi kelistrikan setelah PLN sebelumnya menyampaikan target berakhirnya pemadaman bergilir. 

PLN pada Agustus menjelaskan target 5 Agustus 2026 merupakan target berakhirnya pemadaman bergilir setelah PLTU SLK Unit 1 berkapasitas 100 MW kembali masuk sistem. 

Namun gangguan pembangkit berikutnya kembali menekan kemampuan pasokan listrik pada September.

PLN Minta Maaf, Pemulihan Terus Dilakukan

Dalam pengumuman terbaru, PLN menyatakan seluruh sumber daya terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan,” tulis PLN ULP Palangka Raya Timur.

Masyarakat perlu memperhatikan pembaruan jadwal karena PLN secara khusus menyatakan waktu penghentian aliran listrik dapat berubah menyesuaikan beban sistem kelistrikan Kalselteng.

Dengan kondisi tersebut, Senin ini kembali menjadi hari yang tidak mudah bagi sebagian warga Palangka Raya.

Kabut asap masih membatasi aktivitas di luar rumah. Di saat bersamaan, penghentian pasokan listrik kembali membatasi aktivitas di dalam rumah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja