Estimasi waktu baca: 3 menit

Rugi Ratusan Juta Akibat Listrik Padam

PALANGKA RAYA – Dampak pemadaman listrik bergilir yang berkepanjangan di Kota Palangka Raya semakin dirasakan pelaku usaha. Kali ini, para peternak ayam broiler mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat pasokan listrik yang tidak stabil dan mengancam akan membawa bangkai ayam ke Kantor PLN apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

Ancaman itu disampaikan perwakilan Peternak Ayam Palangka Raya, Satrio (35), saat mengikuti aksi demonstrasi Stop Pemadaman Listrik di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Selasa (28/7/2026).

Advertisement

Menurut Satrio, mayoritas peternakan ayam modern di Kalimantan Tengah kini menggunakan sistem close house atau kandang tertutup yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan blower sebagai sirkulasi udara.

Ia menegaskan, listrik menjadi faktor utama yang menentukan kelangsungan hidup ayam di dalam kandang.

“Listrik itu sebetulnya merupakan nyawa buat ayam. Ketika listrik padam, kami memang punya genset. Tapi PLN tidak konsisten memberikan jadwal yang jelas kapan listrik dipadamkan, ditambah durasi pemadamannya sangat lama,” ujar Satrio.

Advertisement

Genset Tak Mampu Menanggung Beban

Satrio menjelaskan, genset yang dimiliki peternak hanya berfungsi sebagai sumber listrik cadangan, bukan untuk menggantikan pasokan listrik utama dalam waktu lama.

Akibat pemadaman yang berlangsung berjam-jam, genset dipaksa bekerja terus-menerus hingga mengalami kerusakan.

Ketika genset berhenti beroperasi, blower di dalam kandang ikut mati sehingga sirkulasi udara terhenti dan ribuan ayam berisiko mati akibat kekurangan oksigen.

“Kalau genset rusak, otomatis blower berhenti. Ayam bisa mati karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup,” katanya.

Kesulitan BBM Perparah Kerugian

Selain menghadapi kerusakan genset, para peternak juga mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan mesin cadangan tersebut.

Pembelian BBM di SPBU dinilai masih terbatas sehingga kebutuhan operasional peternakan tidak dapat terpenuhi secara maksimal.

Advertisement

Kondisi itu membuat biaya produksi meningkat drastis di tengah belum pulihnya kondisi kelistrikan di Palangka Raya.

Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Satrio menyebut kerugian yang dialami peternak bukan hanya berasal dari ayam yang mati, tetapi juga biaya produksi yang sudah dikeluarkan sejak awal pemeliharaan.

Mulai dari pembelian bibit ayam, pakan, tenaga kerja, hingga biaya pemanas dan operasional lainnya menjadi kerugian yang tidak dapat kembali ketika ayam mati sebelum dipanen.

“Kalau selama ini mungkin sudah ratusan juta sudah ada. Kita rugi bukan cuma rugi, tapi sampai minus. Modal, operasional, pemanas, tenaga kerja semuanya tidak kembali. Kalau ayam sudah mati, siapa yang mau beli?” ujarnya.

Harga Ayam Terancam Naik

Menurut Satrio, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga ayam di pasaran.

Meningkatnya biaya operasional akibat penggunaan genset dan konsumsi BBM akan mendorong kenaikan harga pokok produksi sehingga harga jual ayam kepada masyarakat ikut meningkat.

Advertisement

Ia mempertanyakan efektivitas pelayanan PLN apabila pelaku usaha tetap harus mengeluarkan biaya tambahan yang besar untuk menyediakan sumber listrik sendiri.

“Ngapain ada PLN kalau memang kita harus beli genset? Itu membuat operasional kami membengkak. Dampaknya nanti juga dirasakan masyarakat karena harga ayam bisa ikut naik,” katanya.

Ancam Bawa Bangkai Ayam ke Kantor PLN

Sebagai bentuk protes lanjutan, Aliansi Peternak Ayam Kalimantan Tengah memastikan akan kembali mendatangi Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada Rabu (29/7/2026).

Mereka memberikan ultimatum kepada manajemen PLN agar segera menghadirkan solusi nyata atas persoalan pemadaman listrik.

Jika tidak ada kepastian maupun komitmen dari pihak PLN, para peternak mengancam akan membawa hingga 10 mobil pikap berisi bangkai ayam ke halaman Kantor PLN sebagai simbol besarnya kerugian yang mereka alami.

Aksi tersebut, menurut para peternak, merupakan bentuk kekecewaan terhadap belum adanya penyelesaian konkret atas pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Advertisement
Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja