Estimasi waktu baca: 3 menit

Sengketa Tanah Flores Timur Kembali Memakan Korban

CYRUSTIMES, FLORES TIMUR – Konflik lahan yang telah berlangsung bertahun-tahun di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memakan korban jiwa. Bentrokan antarwarga di Kecamatan Adonara Timur dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia, sejumlah warga mengalami luka-luka, dan puluhan rumah terbakar. Peristiwa ini menambah panjang daftar konflik berdarah yang dipicu sengketa tanah adat di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebut bentrokan melibatkan kelompok warga dari Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak. Ketegangan yang sempat mereda kembali memuncak hingga berujung aksi saling serang dan pembakaran rumah warga. Sejumlah aparat keamanan diterjunkan untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan susulan.

Advertisement

Konflik Lama yang Terus Berulang

Sengketa tanah di Adonara Timur bukanlah persoalan baru. Konflik serupa telah berulang dalam beberapa tahun terakhir dan kerap dipicu oleh klaim kepemilikan tanah adat atau tanah ulayat yang belum menemukan titik penyelesaian. Upaya mediasi yang dilakukan pemerintah daerah maupun tokoh adat sejauh ini belum mampu mengakhiri perselisihan secara permanen.

Pada Maret 2026, bentrokan serupa juga terjadi di wilayah yang sama. Saat itu tiga warga dilaporkan mengalami luka tembak akibat senjata rakitan dan sejumlah bangunan terbakar akibat konflik lahan yang belum terselesaikan.

Dikaitkan dengan Lahan Kopdes Merah Putih

Di tengah berkembangnya informasi di masyarakat, konflik terbaru ini sempat dikaitkan dengan sengketa lahan yang disebut-sebut berkaitan dengan rencana pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Advertisement

Namun sejumlah pihak, termasuk Kementerian Koperasi, sebelumnya telah menegaskan bahwa konflik tersebut merupakan persoalan lama terkait tanah ulayat dan bukan disebabkan oleh program Kopdes Merah Putih. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul berbagai spekulasi mengenai keterkaitan proyek koperasi dengan bentrokan antarwarga di Flores Timur.

Rumah Warga Terbakar dan Warga Mengungsi

Selain korban jiwa, bentrokan terbaru juga mengakibatkan puluhan rumah warga terbakar. Kebakaran memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kondisi tersebut mengingatkan pada konflik-konflik sebelumnya di Flores Timur yang juga berujung pada pembakaran rumah dan perpindahan warga secara massal akibat ketegangan berkepanjangan.

Aparat dan Tokoh Adat Turun Tangan

Pemerintah daerah bersama TNI-Polri serta tokoh adat kini berupaya meredam situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Pendekatan budaya dan penyelesaian berbasis adat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung turun-temurun.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai penyelesaian sengketa tanah secara menyeluruh menjadi kunci utama untuk mencegah bentrokan serupa kembali terjadi di masa mendatang.

Konflik terbaru ini kembali menunjukkan bahwa persoalan tanah adat di Flores Timur masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penyelesaian hukum, sosial, dan adat secara bersamaan agar tidak terus memakan korban jiwa.

Advertisement
Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja