Estimasi waktu baca: 2 menit

RSJ Kalawa Atei Kalteng Bunyikan Alarm Bahaya

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Fenomena tersebut kini tidak lagi hanya ditemukan pada kalangan remaja maupun orang dewasa, tetapi telah menyentuh anak usia sekolah dasar (SD).

Temuan itu diungkapkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Palangka Raya yang mencatat adanya pasien rehabilitasi dari kelompok usia anak SD. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal darurat yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.

Advertisement

Direktur RSJ Kalawa Atei, Seniriaty, mengatakan penyalahgunaan NAPZA yang telah menjangkau anak-anak menjadi indikator bahwa pengawasan terhadap lingkungan dan pergaulan anak masih menghadapi berbagai tantangan.

“Pasien rehabilitasi tidak lagi didominasi orang dewasa. Saat ini sudah ditemukan anak usia sekolah dasar yang menjalani rehabilitasi. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Seniriaty kepada awak media, Selasa.

Menurutnya, keberadaan pasien anak dalam layanan rehabilitasi menunjukkan bahwa upaya pencegahan harus diperkuat sejak dini. Ia menilai rehabilitasi merupakan langkah penanganan setelah seseorang terpapar penyalahgunaan zat, sementara pencegahan harus menjadi fokus utama untuk melindungi generasi muda.

Advertisement

Seniriaty menegaskan bahwa penanganan persoalan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, serta keluarga untuk membangun sistem perlindungan yang efektif bagi anak-anak.

Selain edukasi mengenai bahaya narkoba, peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak sehari-hari. Keluarga diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku yang dapat menjadi tanda awal penyalahgunaan zat terlarang.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta berpartisipasi aktif dalam pengawasan lingkungan dengan melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran maupun penyalahgunaan NAPZA kepada pihak berwenang.

Menurut Seniriaty, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkoba yang kini menyasar kelompok usia semakin muda.

“Perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas bersama agar generasi penerus Kalimantan Tengah tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Temuan adanya anak usia sekolah dasar yang menjalani rehabilitasi di RSJ Kalawa Atei menjadi peringatan bahwa ancaman narkoba tidak lagi mengenal batas usia. Karena itu, langkah pencegahan yang masif dan berkelanjutan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga masa depan generasi muda di Kalimantan Tengah.

Advertisement
Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja