Estimasi waktu baca: 6 menit

Efek Domino Karhutla: ISPA Naik, Sekolah Terganggu, Pesawat Batal

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan mulai menimbulkan efek domino. Asap tidak lagi sekadar menutup langit dan menurunkan kualitas udara, tetapi mulai masuk ke ruang kelas, fasilitas kesehatan, bandara, aktivitas ekonomi hingga habitat satwa liar.

Dampaknya terlihat semakin nyata menjelang akhir Agustus 2026. Di Palangka Raya, kabut asap bahkan membuat penerbangan terganggu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat dan masyarakat mulai membatasi aktivitas di luar ruangan.

Situasi serupa juga terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, hingga 27 Agustus 2026 terdapat 13.449 kasus ISPA kumulatif yang dilaporkan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak karhutla. Khusus pada 27 Agustus saja, tercatat 4.082 kasus ISPA.

Karhutla dengan demikian mulai berubah dari bencana lingkungan menjadi persoalan lintas sektor.

Lebih dari 10 Juta Penduduk Terdampak

Kementerian Kesehatan mencatat karhutla berdampak terhadap 10.674.201 penduduk di tujuh provinsi, yakni Kalteng, Kalbar, Kalsel, Kaltim, Riau, Jambi dan Sumsel.

Sebanyak 848 tenaga kesehatan telah dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di daerah terdampak.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengingatkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti pada kondisi lingkungan.

“Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat,” kata Dante.

Paparan asap dapat menyebabkan ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma hingga iritasi mata dan kulit. Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit pernapasan serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan menjadi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

ISPA Palangka Raya Tembus 2.584 Kasus

Dampak kesehatan juga mulai terlihat nyata di Palangka Raya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Palangka Raya yang disampaikan dalam kegiatan Bank Kalteng, jumlah kasus ISPA mencapai 2.584 kasus hingga 27 Agustus 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Juni yang tercatat 1.849 kasus dan Juli sebanyak 2.293 kasus.

Kondisi udara pada Senin (31/8/2026) juga menunjukkan situasi serius. Konsentrasi partikulat yang ditampilkan BMKG pada pukul 09.00 WIB tercatat mencapai 590,4 µg/m³.

Sekretaris Perusahaan Bank Kalteng, Sriyanto, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker dengan benar serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan.

Bank Kalteng pada hari yang sama membagikan 2.000 masker dan vitamin kepada masyarakat.

Gerakan serupa dilakukan A’long Group bersama Pemuda Muhammadiyah dan IMM Kalteng dengan membagikan 30.000 masker dewasa dan anak-anak, susu serta obat tetes mata kepada warga Palangka Raya.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Yandi Novia, menyebut aksi tersebut sebagai gerakan kemanusiaan.

“Karena hari ini, dengan kondisi yang ada, semua terdampak,” kata Yandi.

Sekolah Mulai Terdampak Asap

Anak-anak sekolah menjadi kelompok lain yang menghadapi konsekuensi langsung kabut asap.

Gangguan terhadap kegiatan pendidikan menjadi salah satu indikator bahwa dampak karhutla telah bergerak melampaui lokasi kebakaran.

Pembelajaran jarak jauh mulai digunakan di sejumlah daerah terdampak sebagai langkah untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa.

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat karhutla tidak hanya menghilangkan tutupan vegetasi, tetapi juga mengubah rutinitas belajar anak-anak.

Bandara Tjilik Riwut Ikut Terdampak

Efek karhutla juga telah menjalar ke konektivitas transportasi udara.

Kabut asap membuat jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya merosot hingga sekitar 300–500 meter dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah penerbangan menuju Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang mengalami gangguan hingga pembatalan. Pada Minggu (30/8/2026), sebuah pesawat Super Air Jet dari Surabaya bahkan harus kembali ke Bandara Juanda karena kondisi jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiyono, mengatakan kondisi cuaca dan terbatasnya jarak pandang menjadi kendala bagi penerbangan.

Pada Senin (31/8/2026), empat penerbangan juga dilaporkan batal akibat dampak kabut asap.

Dampaknya langsung dirasakan penumpang. Antrean pengembalian tiket dan bagasi terlihat di Bandara Tjilik Riwut ketika jadwal penerbangan dibatalkan.

Kalsel, 10 Penerbangan Terdampak

Gangguan transportasi udara tidak hanya terjadi di Kalteng.

Di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 10 penerbangan terdampak kabut asap pada 26 Agustus.

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan enam penerbangan keberangkatan dan empat penerbangan kedatangan terdampak.

Penundaan dilakukan karena keterbatasan jarak pandang, dengan faktor keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama.

Artinya, ketika asap semakin tebal, efeknya tidak berhenti pada satu kota. Konektivitas antardaerah ikut terganggu.

Samarinda Catat Kenaikan ISPA

Di Kalimantan Timur, dampak kesehatan juga mulai terlihat.

Dinas Kesehatan Samarinda mencatat rata-rata kasus ISPA akut pada periode 1–22 Agustus mencapai 206,2 kasus per hari.

Angka tersebut naik 22,8 persen dibandingkan Juli 2026, yang memiliki rata-rata 167,9 kasus per hari.

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan secara umum kondisi penyakit masih terkendali, tetapi ISPA menjadi pengecualian karena menunjukkan kenaikan.

“Masih terkendali dan belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali ISPA,” kata Ismed.

Kualitas Udara Sampai Level Berbahaya

Persoalan yang sama terjadi di wilayah Kalimantan lainnya.

Pemantauan ISPU Kementerian Kesehatan pada 27 Agustus menunjukkan Pontianak mencapai angka 328 atau kategori berbahaya.

Di Kalteng, Barito Selatan berada pada angka 274 dan Katingan 258. Keduanya masuk kategori sangat tidak sehat.

Sementara di Kalimantan Utara, BMKG pada 31 Agustus melaporkan jarak pandang di sejumlah wilayah hanya berkisar 500 hingga 4.000 meter akibat asap karhutla.

Gambaran tersebut memperlihatkan luasnya wilayah Kalimantan yang mulai menghadapi konsekuensi asap.

Bukan Hanya Manusia, Orangutan Ikut Terdampak

Karhutla juga memberikan tekanan terhadap satwa liar.

Seekor orangutan yang kemudian diberi nama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemah di kawasan perkebunan sawit terdampak kebakaran di Ketapang, Kalimantan Barat.

Tim penyelamat menemukan orangutan berusia sekitar 20 tahun tersebut mengalami hipoksia akibat paparan asap pekat serta menunjukkan gangguan pernapasan. Sampurna kemudian diberikan oksigen dan cairan infus sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi.

Sedikitnya tujuh orangutan telah diselamatkan berkaitan dengan kebakaran yang terjadi.

CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, Karmele Llano Sanchez, menilai penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak jangka panjang terhadap kesehatan, hutan dan satwa liar juga perlu diperhatikan.

Dari Bencana Lingkungan Menjadi Beban Sosial-Ekonomi

Ketika penerbangan dibatalkan, sekolah harus mengubah pola belajar, masyarakat mulai sakit dan pekerja mengurangi aktivitas di luar ruangan, karhutla pada akhirnya menciptakan biaya yang jauh lebih luas dibandingkan luas lahan yang terbakar.

Dampak tersebut merambat kepada produktivitas masyarakat, perjalanan bisnis, distribusi orang dan barang, pelayanan kesehatan hingga pengeluaran rumah tangga untuk melindungi diri dari paparan asap.

Di saat bersamaan, pemerintah harus mengerahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk menghadapi kebakaran.

Secara nasional, pemerintah bahkan telah mengerahkan puluhan ribu personel dan operasi pemadaman udara. Pemerintah juga tengah memeriksa perusahaan pemegang konsesi yang wilayahnya berkaitan dengan kebakaran.

Dengan demikian, ukuran dampak karhutla 2026 tidak lagi cukup dihitung dari berapa hotspot muncul atau berapa hektare lahan terbakar.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja