Estimasi waktu baca: 5 menit

Hotspot Kalteng Capai 32.796 Titik, Konsesi Jadi Sorotan

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Aktivitas titik panas atau hotspot di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 32.796 titik sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Data pemantauan menunjukkan sekitar 41,53 persen di antaranya berada di area konsesi perkebunan sawit dan kehutanan.

Data tersebut tercantum dalam dokumen pemantauan Karhutla Kalimantan Tengah periode Juni–Agustus 2026 yang menggunakan agregasi data penginderaan jauh dari NASA-MODIS, NOAA-20, dan VIIRS SNPP.

Dari total 32.796 titik, sebanyak 13.620 titik teridentifikasi berada di sekitar area konsesi yang mencakup sektor perkebunan kelapa sawit dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Rinciannya, 6.845 titik atau 20,87 persen berada di area konsesi perkebunan sawit, sedangkan 6.775 titik atau 20,66 persen berada di area konsesi kehutanan atau PBPH.

Sementara itu, 19.176 titik atau 58,47 persen berada di luar area konsesi atau wilayah non-konsesi.

Agustus Jadi Periode Lonjakan Hotspot

Yang paling mencolok terlihat dari perkembangan bulanan.

Pada Juni, aktivitas hotspot di sejumlah konsesi masih relatif rendah. Dokumen mencatat aktivitas berada di bawah 15 titik per konsesi, seiring kondisi curah hujan transisi yang masih berlangsung.

Memasuki Juli, peningkatan mulai terlihat, terutama di kawasan rawa gambut.

Di area PT Kalteng Green Resources tercatat 585 titik, sementara PT Industrial Forest Plantation (IFP) mencapai 100 titik pada Juli.

Lonjakan jauh lebih besar terjadi pada Agustus yang disebut sebagai periode puncak kemarau.

PT Industrial Forest Plantation mencatat 2.875 titik hotspot pada Agustus, sedangkan PT Kalteng Green Resources mencapai 1.363 titik.

Angka tersebut membuat dua konsesi tersebut menjadi lokasi yang paling menonjol dalam data sektor PBPH yang tercantum dalam dokumen.

IFP Catat 2.982 Hotspot Selama Tiga Bulan

Jika dihitung selama Juni hingga Agustus, PT Industrial Forest Plantation (IFP) tercatat memiliki total 2.982 hotspot.

Perusahaan tersebut tercatat berlokasi di Kabupaten Kapuas dengan luas berdasarkan SK yang tercantum dalam dokumen sebesar 101.840 hektare.

Sebaran hotspot IFP juga tercatat pada sejumlah desa, antara lain Desa Tabore sebanyak 1.015 titik, Desa Katunjung 605 titik, Desa Muroi Raya 504 titik, dan Desa Dadahup 229 titik. 

Sementara itu, PT Kalteng Green Resources mencatat total 1.948 hotspot sepanjang periode tersebut.

Perusahaan yang tercatat berada di Kabupaten Kapuas dengan dampak wilayah ke Pulang Pisau itu memiliki luas SK sebesar 28.075 hektare. Sebaran hotspot antara lain berada di Desa Tanjung Taruna sebanyak 980 titik dan Desa Tumbang Nusa sebanyak 924 titik. 

Hotspot Juga Terdeteksi di Sejumlah Konsesi Lain

Data sektor PBPH juga mencatat PT Borneo Ikhsan Sejahtera dengan total 408 hotspot, PT Baratama Putra Perkasa sebanyak 294 titik, serta PT Siemon Agro sebanyak 227 titik sepanjang Juni–Agustus 2026. 

Untuk PT Borneo Ikhsan Sejahtera, hotspot antara lain tersebar di Desa Manjalin, Santilik, Kabuau dan Tehang.

Sedangkan pada PT Baratama Putra Perkasa, sejumlah titik terdeteksi di Desa Sikan, Paring Lahung dan Kamawen. Sementara PT Siemon Agro mencatat sebaran di Desa Mirah Kalanaman, Samba Katung dan Batu Badinding.

Data Menggunakan Tiga Instrumen Satelit

Pemantauan dilakukan menggunakan kombinasi NASA-MODIS Terra/Aqua, NOAA-20 dan VIIRS SNPP.

Instrumen VIIRS menggunakan resolusi spasial 375 meter untuk mendeteksi anomali termal dan hotspot dengan skala kecil hingga sedang. Sementara MODIS menggunakan resolusi 1 kilometer untuk membantu memvalidasi klaster anomali termal dalam skala lebih luas.

Dari keseluruhan data, pemetaan difokuskan pada titik panas dengan tingkat kepercayaan Medium hingga High untuk mengurangi potensi false positive akibat pantulan permukaan yang bukan kebakaran.

Koordinat hotspot juga disebut telah melalui proses spatial overlay dengan batas administrasi serta peta legalitas konsesi PBPH dan HGU/IUP.

Proses tersebut digunakan untuk mengidentifikasi apakah titik panas berada di dalam batas konsesi maupun di wilayah sekitar batas konsesi yang disebut sebagai kawasan penyangga atau rawa gambut.

Angka Besar, Tetapi Tidak Berarti Semua Hotspot Adalah Kebakaran Terverifikasi

Data 32.796 titik tersebut merupakan hasil deteksi hotspot berbasis satelit, sehingga angka tersebut tidak secara otomatis sama dengan jumlah kejadian kebakaran yang telah terverifikasi di lapangan.

Namun, pola kenaikan pada Agustus memberikan gambaran mengenai meningkatnya anomali termal pada periode puncak kemarau, termasuk di sejumlah kawasan konsesi yang masuk dalam pemetaan.

Dengan total 6.845 hotspot di konsesi perkebunan sawit dan 6.775 hotspot di konsesi kehutanan, perhatian terhadap pencegahan dan penanganan Karhutla tidak hanya berada di wilayah masyarakat, tetapi juga mencakup kawasan berizin yang terdeteksi memiliki titik panas.

Terlebih, hampir 19.200 hotspot lainnya berada di luar area konsesi.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran penting dalam melihat distribusi hotspot Karhutla Kalteng sepanjang periode Juni–Agustus 2026, sekaligus menunjukkan bahwa puncak aktivitas terjadi ketika memasuki Agustus.

Paket SEO Discover CyrusTimes

Judul utama:
32.796 Hotspot Terdeteksi di Kalteng, 41 Persen di Area Konsesi

Alternatif judul Discover:

  1. 32.796 Hotspot Muncul di Kalteng, Lonjakan Terjadi pada Agustus
  2. Hotspot Kalteng Capai 32.796 Titik, Konsesi Jadi Sorotan
  3. Kalteng Catat 32.796 Hotspot, 6.775 Titik di Area PBPH
  4. Agustus Jadi Puncak, Hotspot Kalteng Tembus 32.796 Titik

Slug:
32796-hotspot-kalteng-41-persen-area-konsesi

Meta description:
Data Juni-Agustus 2026 mencatat 32.796 hotspot di Kalteng. Sebanyak 41,53 persen terdeteksi di area konsesi sawit dan kehutanan.

Focus keyword:
hotspot Kalteng

Keyword turunan:

  • hotspot Karhutla Kalteng
  • Karhutla Kalimantan Tengah 2026
  • titik panas Kalteng
  • hotspot perkebunan sawit Kalteng
  • hotspot PBPH Kalteng
  • Karhutla Agustus 2026
  • data hotspot Kalteng
  • titik panas Kalimantan Tengah

Excerpt:
Pemantauan Juni-Agustus 2026 mencatat 32.796 hotspot di Kalimantan Tengah. Sebanyak 13.620 titik berada di area konsesi, dengan lonjakan terbesar terjadi pada Agustus.

Kategori:
Kalteng | Karhutla | Lingkungan

Tag:
Kalteng, Karhutla, Hotspot, Titik Panas, Kalimantan Tengah, Kebakaran Hutan dan Lahan, PBPH, Perkebunan Sawit, Agustus 2026

Keterangan foto:
Data pemantauan menunjukkan 32.796 titik hotspot terdeteksi di Kalimantan Tengah selama Juni hingga Agustus 2026, dengan sebagian berada di area konsesi perkebunan sawit dan kehutanan.

Alt text:
Data 32.796 hotspot Karhutla Kalimantan Tengah Juni Agustus 2026

Rekomendasi angle Discover:
Fokuskan visual dan judul pada lonjakan Agustus + angka 32.796 hotspot + 41,53 persen berada di area konsesi. Hindari visual yang seolah-olah menyatakan seluruh hotspot sebagai kebakaran terverifikasi.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja