Estimasi waktu baca: 3 menit

Karhutla Melanda Palangka Raya

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya terus menunjukkan tingginya ancaman kebakaran selama musim kemarau. Hingga 17 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 265 kejadian karhutla dengan total lahan terbakar mencapai 241,65 hektare. 

Angka tersebut merupakan perkembangan terbaru setelah sebelumnya BPBD mencatat 177 kejadian dengan luas 165,98 hektare pada periode 1 Juni hingga 9 Agustus 2026. 

Advertisement

Dalam waktu sekitar sepekan, jumlah kejadian bertambah 88 kasus, sementara luas lahan yang terbakar meningkat sekitar 75,67 hektare.

Jekan Raya Jadi Wilayah dengan Karhutla Terbanyak

Dari total 265 kejadian tersebut, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 172 kejadian.

Selanjutnya Kecamatan Sabangau mencatat 64 kejadian, Pahandut 21 kejadian, dan Bukit Batu delapan kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit tidak mencatat kejadian karhutla dalam periode tersebut. 

Advertisement

Data ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla tidak tersebar secara merata. Jekan Raya menjadi wilayah yang paling banyak menangani kejadian kebakaran sepanjang periode pencatatan.

Lahan Terbakar Capai 241,65 Hektare

Selain jumlah kejadian, luas lahan yang terbakar juga menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan karhutla Palangka Raya.

BPBD mencatat total 241,65 hektare lahan telah terbakar sejak status siaga darurat karhutla ditetapkan pada 1 Juni hingga 17 Agustus 2026. 

Jika dibandingkan data hingga 9 Agustus, luas lahan terbakar sebelumnya berada di angka 165,98 hektare. Artinya, dalam perkembangan terbaru terjadi tambahan sekitar 75,67 hektare lahan yang terbakar.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah dan petugas gabungan.

Ratusan Kejadian Ditangani Petugas Gabungan

Penanganan karhutla di Palangka Raya melibatkan berbagai unsur.

Advertisement

BPBD Kota Palangka Raya berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalteng, Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, pemadam kebakaran, Manggala Agni, Samapta Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Kodim 1016, Satpol PP serta kelompok relawan pemadam kebakaran. 

Sejumlah kelompok relawan juga turut terlibat dalam penanganan di lapangan, termasuk TSAK dan berbagai Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang beroperasi di wilayah Palangka Raya.

Upaya yang dilakukan tidak hanya berupa pemadaman api, tetapi juga pembasahan lahan dan patroli di kawasan yang dianggap rawan.

Data Karhutla Terus Bergerak

Perkembangan angka karhutla memperlihatkan bagaimana kondisi dapat berubah dalam waktu singkat.

Pada 9 Agustus 2026, BPBD mencatat 177 kejadian dengan luas lahan terbakar 165,98 hektare. 

Kemudian hingga 17 Agustus 2026, angkanya meningkat menjadi 265 kejadian dan 241,65 hektare. 

Advertisement
PeriodeKejadianLahan Terbakar
1 Juni–9 Agustus 2026177165,98 hektare
1 Juni–17 Agustus 2026265241,65 hektare
Tambahan88 kejadian75,67 hektare

Perbandingan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa tekanan karhutla masih cukup tinggi memasuki pertengahan Agustus.

Karhutla dan Kabut Asap Palangka Raya

Perkembangan karhutla tersebut terjadi ketika kondisi kualitas udara Palangka Raya juga memburuk.

Pada 18 Agustus 2026, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 Palangka Raya mencapai 166,4 µg/m³ pada pukul 11.00 WIB atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi berasap juga tercatat di Bandara Tjilik Riwut dengan jarak pandang sekitar 2,4 kilometer pada pukul 10.00 WIB. 

Kondisi ini membuat perkembangan karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Pencegahan Tetap Jadi Kunci

Dengan jumlah kejadian yang telah mencapai 265 kasus, pencegahan menjadi bagian penting dalam mengendalikan karhutla.

BPBD sebelumnya menekankan pentingnya patroli di kawasan rawan, penyebarluasan informasi peringatan dini dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. 

Advertisement

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

265 Kejadian, 241,65 Hektare

Data terbaru BPBD memberikan gambaran jelas mengenai skala karhutla Palangka Raya sepanjang status siaga darurat.

Sebanyak 265 kejadian telah tercatat dan 241,65 hektare lahan terbakar hingga 17 Agustus 2026.

Di tengah memburuknya kualitas udara pada 18 Agustus, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Palangka Raya masih belum berakhir.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja