Karhutla Palangka Raya Capai 699 Kejadian
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih berlangsung hingga penghujung September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 699 kejadian Karhutla dengan total luas hutan dan lahan terbakar mencapai 1.343,20 hektare.
Data tersebut tercantum dalam infografis perkembangan Karhutla BPBD Kota Palangka Raya hingga pembaruan Senin, 28 September 2026.
- Karhutla Palangka Raya Capai 699 Kejadian
- Jekan Raya Catat 436 Kejadian Karhutla
- Luas Lahan Terbakar Tembus 1.343,20 Hektare
- 28 Lokasi Ditangani pada 28 September 2026
- Lahan Terbakar dalam Penanganan Harian 3,46 Hektare
- Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman dan Pembasahan
- Sejumlah Titik Belum Tuntas Dipadamkan
- Ada Perbedaan Angka dalam Infografis BPBD
- Karhutla Palangka Raya Masih Jadi Perhatian
Dari lima kecamatan di Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni mencapai 436 kejadian.
Jekan Raya Catat 436 Kejadian Karhutla
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sebanyak 699 kejadian Karhutla tersebar di lima kecamatan.
Rinciannya, Kecamatan Jekan Raya mencatat 436 kejadian, Kecamatan Sebangau 144 kejadian, Kecamatan Pahandut 60 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 55 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit sebanyak 4 kejadian.
Dengan jumlah tersebut, sekitar 62,4 persen kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya tercatat berada di wilayah Kecamatan Jekan Raya.
Tingginya jumlah kejadian tersebut menunjukkan kawasan Jekan Raya masih menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas penanganan Karhutla paling tinggi di Kota Palangka Raya.
Luas Lahan Terbakar Tembus 1.343,20 Hektare
Selain jumlah kejadian, BPBD Kota Palangka Raya mencatat total luas hutan dan lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai 1.343,20 hektare.
Angka tersebut merupakan akumulasi luas lahan yang terbakar selama periode penanganan Karhutla di Kota Palangka Raya.
Data BPBD menunjukkan penanganan kebakaran masih dilakukan di berbagai titik, baik pada kawasan permukiman, lahan kosong maupun wilayah yang memiliki vegetasi mudah terbakar.
28 Lokasi Ditangani pada 28 September 2026
Dalam laporan harian BPBD Kota Palangka Raya pada Senin, 28 September 2026, tercatat sedikitnya 28 lokasi penanganan Karhutla.
Sejumlah lokasi tersebut di antaranya berada di Jalan Manduhara, Kelurahan Kereng Bangkirai; Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru; Jalan Tjilik Riwut Kilometer 13, Kelurahan Petuk Katimpun; Jalan Mahir Mahar Lingkar Luar; hingga sejumlah titik di Kelurahan Bukit Tunggal.
Penanganan juga dilakukan di Jalan Dunis Tuan, Kelurahan Petuk Katimpun; Jalan Tjilik Riwut Kilometer 23, Kelurahan Marang; Jalan Yusuf Arimatea; Jalan Kereng Bengkirai; Jalan Damang Gustaf Erang, Kelurahan Bukit Tunggal; serta sejumlah kawasan lainnya.
Beberapa lokasi dalam laporan tersebut masih tercatat berstatus belum tuntas.
Sementara sejumlah titik lainnya telah berada pada status padam dalam pengawasan.
Lahan Terbakar dalam Penanganan Harian 3,46 Hektare
BPBD Kota Palangka Raya juga mencatat luas lahan terbakar dalam rangkaian penanganan pada laporan harian tersebut mencapai sekitar 3,46 hektare.
Salah satu lokasi dengan luas kebakaran terbesar berada di Jalan Buluh Merindu, Kelurahan Sabaru, dengan luas sekitar 2 hektare.
Kemudian Jalan Jatayu, Kelurahan Bukit Tunggal, sekitar 0,54 hektare, Jalan Pariwisata, Kelurahan Banturung, sekitar 0,45 hektare, serta Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Bukit Tunggal, seluas sekitar 0,28 hektare.
Lokasi lainnya berada di Jalan Banteng XII, Kelurahan Bukit Tunggal, dengan luasan sekitar 0,13 hektare, serta Jalan Tjilik Riwut Kilometer 17, Kelurahan Marang, sekitar 0,06 hektare.
Satgas Karhutla Lakukan Pemadaman dan Pembasahan
Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya terus melakukan upaya pemadaman dan pembasahan di lokasi kebakaran.
Petugas juga melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung penanganan Karhutla di lapangan.
Dalam laporan BPBD Kota Palangka Raya, sektor kesehatan turut didukung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya.
Sementara untuk pengungsian dan perlindungan disiapkan satu Pos Komando dan enam Pos Lapangan.
Kegiatan pencarian dan penyelamatan juga melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), disertai dukungan logistik untuk menunjang operasi penanganan Karhutla.
Sejumlah Titik Belum Tuntas Dipadamkan
Dari 28 lokasi yang masuk dalam laporan penanganan, masih terdapat sejumlah titik yang belum sepenuhnya tuntas.
Beberapa di antaranya berada di Kelurahan Kereng Bangkirai, Petuk Katimpun, Bukit Tunggal, Sabaru, Palangka, Banturung, Panarung, Menteng hingga kawasan lainnya.
Sementara titik yang telah masuk kategori padam dalam pengawasan antara lain berada di Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru; Jalan Tjilik Riwut Kilometer 23, Kelurahan Marang; serta Jalan Trans Kilometer 38, Kelurahan Sei Gohong.
Kondisi tersebut menunjukkan operasi pemadaman dan pengawasan masih terus dilakukan guna mencegah api kembali muncul pada lahan yang sebelumnya terbakar.
Ada Perbedaan Angka dalam Infografis BPBD
Dalam infografis yang diterbitkan BPBD Kota Palangka Raya terdapat perbedaan angka antara data utama dengan tulisan pada bagian bawah grafis.
Data utama mencantumkan 699 kejadian dengan luas lahan terbakar 1.343,20 hektare.
Angka 699 kejadian tersebut juga sesuai dengan penjumlahan data per kecamatan, yakni Jekan Raya 436 kejadian, Pahandut 60 kejadian, Sebangau 144 kejadian, Bukit Batu 55 kejadian dan Rakumpit 4 kejadian.
Namun, pada bagian bawah infografis masih tertulis angka 687 kejadian dengan luas lahan terbakar 1.330,80 hektare.
Terdapat selisih sebanyak 12 kejadian dan 12,40 hektare.
Dalam pemberitaan ini, CyrusTimes merujuk pada angka utama terbaru dalam infografis BPBD Kota Palangka Raya, yakni 699 kejadian dan 1.343,20 hektare, sembari mencatat adanya perbedaan data tersebut.
Karhutla Palangka Raya Masih Jadi Perhatian
Besarnya jumlah kejadian serta luas lahan yang terbakar menunjukkan ancaman Karhutla di Kota Palangka Raya masih membutuhkan perhatian.
Pemadaman, pembasahan dan pengawasan pada lokasi yang sudah terbakar menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke kawasan lain.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Apabila menemukan kejadian kebakaran atau kondisi darurat lainnya, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 Kota Palangka Raya.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan