Estimasi waktu baca: 3 menit

Bhayu Rhama Terpilih Rektor UPR

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., terpilih sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 setelah meraih 37 suara dalam tahapan akhir Pemilihan Rektor (Pilrek), Kamis, 1 Oktober 2026.

Pemungutan suara berlangsung di Aula Rahan UPR, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan melibatkan suara Senat UPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Dari total 63 hak suara, Bhayu Rhama memperoleh 37 suara. Sementara dua kandidat lainnya, Dr. Thea Farina Embang, S.H., M.Kn., meraih 14 suara dan Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si., memperoleh 12 suara.

Dengan hasil tersebut, Bhayu menjadi calon dengan perolehan suara terbanyak dalam pemilihan akhir Rektor UPR periode 2026–2030.

Bhayu Rhama Kuasai 37 dari 63 Suara

Sebanyak 63 hak suara digunakan dalam tahapan akhir Pilrek UPR. Komposisinya terdiri atas 41 suara Senat UPR dengan bobot 65 persen dan 22 suara Kemendiktisaintek dengan bobot 35 persen.

Berikut hasil akhir pemungutan suara:

Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D.: 37 suara

Dr. Thea Farina Embang, S.H., M.Kn.: 14 suara

Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si.: 12 suara

Total: 63 suara

Perolehan 37 suara tersebut setara sekitar 58,7 persen dari seluruh suara yang diperebutkan dalam tahapan akhir.

Hasil ini sekaligus menutup rangkaian panjang proses Pilrek UPR yang berlangsung sejak penjaringan dan verifikasi bakal calon hingga penyaringan tiga kandidat.

Perolehan Suara Berubah Signifikan dari Tahap Pertama

Perjalanan Bhayu menuju kursi Rektor UPR juga mencatat perubahan perolehan suara yang cukup signifikan dibandingkan tahapan penyaringan sebelumnya.

Pada pemilihan tahap pertama yang dilaksanakan Senat UPR pada 9 Juli 2026, Thea Farina memperoleh 16 suara. Sementara Bhayu Rhama dan Liswara Neneng masing-masing mengantongi 11 suara.

Hasil tahap pertama tersebut hanya digunakan untuk menentukan tiga calon yang maju ke tahapan berikutnya dan tidak diakumulasikan dengan pemungutan suara final.

Ketiga kandidat selanjutnya menjalani tahapan di Kemendiktisaintek, termasuk wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada 20 Agustus 2026.

Dalam pemilihan final 1 Oktober 2026, posisi perolehan suara kemudian berubah. Bhayu yang sebelumnya memperoleh 11 suara melesat menjadi 37 suara dan menempati posisi pertama.

Pilrek UPR Sempat Diwarnai Polemik

Proses Pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030 sebelumnya berlangsung panjang dan sempat menjadi perhatian publik.

Cyrustimes sebelumnya memberitakan adanya polemik mengenai penafsiran persyaratan pengalaman manajerial bakal calon rektor. Persoalan tersebut muncul setelah sejumlah bakal calon dinyatakan tidak lolos tahapan verifikasi administrasi.

Proses Pilrek bahkan sempat dilaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Kalteng serta berlanjut ke jalur Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Namun, tahapan Pilrek tetap berjalan hingga akhirnya menghasilkan tiga kandidat, yakni Bhayu Rhama, Thea Farina Embang dan Liswara Neneng.

Hasil pemilihan pada 1 Oktober 2026 kemudian menempatkan Bhayu sebagai peraih suara terbanyak untuk memimpin UPR periode 2026–2030.

Dari Dekan FISIP Menuju Rektor UPR

Sebelum mengikuti pemilihan rektor, Bhayu Rhama menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR.

Data Universitas Palangka Raya mencatat Bhayu merupakan akademisi pada bidang Administrasi Negara di FISIP UPR. Ia juga menyandang gelar akademik S.T., M.B.A., Ph.D. dan telah menjadi bagian dari lingkungan akademik UPR sejak lebih dari satu dekade lalu.

Dalam rangkaian Pilrek sebelumnya, Bhayu membawa gagasan pengembangan kampus bertajuk “UPR Berbakat dan Bereputasi”.

Ia juga pernah menyampaikan komitmen untuk membangun kepemimpinan kampus yang terbuka terhadap kritik, masukan mahasiswa, media, serta seluruh unsur sivitas akademika.

CyrusTimes sebelumnya memberitakan Bhayu menempatkan kolaborasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan posisi UPR sebagai salah satu pusat pembangunan SDM Kalteng sebagai bagian dari arah kepemimpinannya.

Terpilihnya Bhayu melalui pemungutan suara final menandai babak baru kepemimpinan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.

Selanjutnya, hasil pemilihan menjadi dasar bagi proses penetapan dan tahapan administrasi kepemimpinan Rektor UPR periode 2026–2030.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja