Pemerintah Ungkap Gaji Manajer Kopdes Merah Putih hingga Rp8,3 Juta
CYRUSTIMES, JAKARTA – Pemerintah akhirnya mengungkap besaran penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia. Para manajer bakal menerima penghasilan sekitar Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan, termasuk gaji dan tunjangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan besaran penghasilan tersebut tidak sama untuk setiap manajer. Nominalnya akan mempertimbangkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) serta karakteristik daerah tempat mereka ditugaskan.
“Karena tanggung jawabnya berat, untuk mengembangkan ekonomi di desa itu, itu dilihat daerahnya, sesuai dengan UMK daerah itu antara Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta,” kata Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi KDKMP di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Zulhas, besaran tersebut merupakan keseluruhan penghasilan yang diterima manajer, sehingga bukan sekadar gaji pokok.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut menegaskan bahwa kisaran Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta tersebut telah mencakup gaji dan tunjangan.
Gaji Manajer Kopdes Disesuaikan Wilayah Penempatan
Skema penghasilan manajer KDKMP mempertimbangkan UMK di wilayah penugasan serta kondisi lokasi tempat koperasi beroperasi.
Artinya, penghasilan yang diterima seorang manajer di satu kabupaten atau kota belum tentu sama dengan manajer yang bertugas di wilayah lainnya.
Pemerintah juga mempertimbangkan karakteristik penempatan, termasuk lokasi yang relatif jauh. Zulhas menyatakan total penghasilan tersebut telah memasukkan seluruh komponen yang diberikan kepada manajer.
Dengan demikian, angka Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta bukan merupakan gaji pokok yang kemudian masih ditambah seluruh tunjangan, melainkan total paket penghasilan bulanan.
Status PKWT Dua Tahun di Bawah Agrinas Pangan
Selain besaran gaji, pemerintah memperjelas status hubungan kerja para manajer.
Manajer KDKMP akan bekerja menggunakan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun dan berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).
“Statusnya pegawai kontrak waktu tertentu selama dua tahun, di bawah Agrinas Pangan,” ujar Zulhas.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Saosa Mota sebelumnya juga menjelaskan kebutuhan terhadap tenaga manajer tersebut akan dievaluasi setelah masa PKWT selama dua tahun berakhir.
Apabila masih dibutuhkan, kelanjutan hubungan kerja akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi.
Lebih dari 28 Ribu Manajer Telah Direkrut
Pemerintah sebelumnya menyampaikan sekitar 28.626 manajer KDKMP telah direkrut untuk mendukung operasional koperasi di berbagai daerah.
Proses penempatan dilakukan setelah calon manajer menyelesaikan tahapan administrasi, termasuk penandatanganan offering letter dan penetapan lokasi kerja.
Pemerintah menargetkan penempatan manajer berlangsung menjelang operasional koperasi pada awal Oktober 2026.
Sementara itu, PT Agrinas Pangan Nusantara melaporkan sebanyak 26.661 bangunan KDKMP telah selesai 100 persen per 29 September 2026.
Penyelesaian bangunan tersebut menjadi salah satu tahapan sebelum koperasi dapat menjalankan kegiatan operasional secara penuh.
Ada Manajer Ditempatkan Lintas Daerah
Proses penempatan manajer juga menjadi perhatian karena sebagian peserta memperoleh lokasi tugas jauh dari daerah domisilinya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sistem penempatan lintas wilayah dilakukan untuk pemerataan sumber daya manusia sekaligus mengisi KDKMP yang bangunan dan fasilitasnya telah lebih dahulu siap beroperasi.
Pemerintah membuka kemungkinan penyesuaian lokasi setelah proses penempatan awal dilakukan agar manajer dapat memperoleh lokasi yang lebih dekat dengan domisili apabila tersedia formasi.
Manajer Pegang Peran Strategis di Kopdes Merah Putih
Posisi manajer tidak hanya diarahkan mengurus administrasi koperasi.
KDKMP diproyeksikan menjadi pusat berbagai aktivitas ekonomi dan distribusi di tingkat desa, mulai dari kebutuhan pokok, pupuk bersubsidi, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.
Koperasi juga diproyeksikan menyediakan layanan transaksi keuangan dan sejumlah layanan ekonomi masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan KDKMP dirancang sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi dengan fasilitas seperti toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek, gudang hingga fasilitas penyimpanan hasil produksi masyarakat.
Dengan besarnya cakupan pekerjaan tersebut, pemerintah menilai keberadaan manajer menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan usaha masing-masing koperasi dapat berjalan.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Tinggalkan Balasan