Estimasi waktu baca: 3 menit

Densus 88 Kalteng Ingatkan Warga Waspadai Radikalisme di Ruang Digital

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri mendorong masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin waspada terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat berkembang melalui lingkungan sosial maupun ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri melalui penguatan Gerakan Resiliensi Sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ketua Tim Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono, mengatakan pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan. Masyarakat memiliki peran penting dalam mengenali potensi ancaman sejak dini.

“Gerakan Resiliensi Sosial membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Kita harus bersama-sama membangun ketahanan sosial agar masyarakat mampu mengenali potensi paham intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sejak dini,” kata Ganjar, Rabu (20/8/2026).

Ruang Digital Jadi Perhatian

Perkembangan teknologi membuat penyebaran informasi berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut membuat ruang digital menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan radikalisme.

Densus 88 mendorong masyarakat tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial.

Literasi digital dinilai penting agar masyarakat mampu mengenali informasi yang menyesatkan, narasi intoleransi maupun konten yang berpotensi mendorong seseorang pada paham ekstrem.

Menurut Ganjar, ruang digital juga perlu diisi dengan konten positif yang mengedepankan perdamaian, toleransi dan persatuan.

“Ruang digital harus kita manfaatkan untuk menyebarkan informasi yang positif, edukatif, dan membangun perdamaian. Literasi digital menjadi salah satu kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengarah pada ekstremisme,” ujarnya.

Bukan Hanya Tugas Aparat

Gerakan Resiliensi Sosial tidak hanya menyasar aparat atau lembaga pemerintahan. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, komunitas hingga keluarga memiliki posisi penting dalam membangun lingkungan yang mampu menangkal paham ekstrem.

Pendekatan melalui komunikasi dan edukasi juga dinilai penting karena dapat membuat masyarakat lebih terbuka untuk menyampaikan persoalan yang mereka temui di lingkungannya.

Densus 88 mendorong terbentuknya ketahanan sosial yang membuat masyarakat mampu mengenali perubahan perilaku maupun narasi yang mengarah pada intoleransi dan ekstremisme tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.

Perkuat Toleransi dari Lingkungan Terdekat

Pencegahan radikalisme pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai keamanan, tetapi juga bagaimana masyarakat menjaga hubungan sosial di lingkungan masing-masing.

Keluarga, sekolah, komunitas dan lingkungan pergaulan menjadi ruang awal untuk menanamkan toleransi serta kemampuan berpikir kritis.

Densus 88 berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat masyarakat Kalteng menghadapi berbagai bentuk penyebaran paham ekstrem, termasuk yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran narasi.

Dengan literasi digital yang lebih kuat dan komunikasi antarelemen masyarakat yang terjaga, potensi penyebaran paham intoleran diharapkan dapat dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja