Karhutla Palangka Raya Belum Reda
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih terus bertambah. Hingga Minggu, 4 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 782 kejadian karhutla dengan total luas hutan dan lahan terbakar mencapai 1.379,67 hektare.
Dibandingkan data sehari sebelumnya yang masih mencatat 767 kejadian, jumlah karhutla bertambah 15 kejadian dalam satu hari.
Luas lahan terbakar secara kumulatif juga meningkat dari 1.375,29 hektare menjadi 1.379,67 hektare, atau bertambah sekitar 4,38 hektare.
Jekan Raya Masih Tertinggi
Berdasarkan rekap terbaru BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya masih mencatat jumlah kejadian karhutla tertinggi dengan 478 kejadian.
Berikutnya Sebangau 165 kejadian, Pahandut 69 kejadian, Bukit Batu 66 kejadian, dan Rakumpit empat kejadian.
Total rincian lima kecamatan tersebut sesuai dengan angka kumulatif 782 kejadian yang dicatat BPBD hingga 4 Oktober 2026.
19 Lokasi Ditangani dalam Sehari
Pada Minggu, 4 Oktober 2026, petugas tercatat menangani sedikitnya 19 lokasi karhutla yang tersebar di sejumlah kelurahan.
Lokasi penanganan antara lain berada di Panarung, Bukit Tunggal, Banturung, Marang, Menteng, Palangka, dan Kereng Bangkirai.
Sebagian besar lokasi masih berstatus belum tuntas.
Satu titik di Jalan Bandara Utama I, Kelurahan Panarung, tercatat aman dalam pengawasan, sedangkan lokasi di Jalan DA Tawa, Kelurahan Bukit Tunggal, masih dilaporkan mengeluarkan asap tipis.
Bukit Tunggal Jadi Salah Satu Titik Padat Penanganan
Kelurahan Bukit Tunggal menjadi salah satu wilayah dengan lokasi penanganan paling banyak.
Petugas menangani karhutla di sejumlah titik seperti Jalan Alam Lestari, Jalan Mahir Mahar/Larosa-Hiu Putih, Jalan Mahir Mahar, Jalan Jatayu, Jalan Mahir Mahar Kilometer 8 Ujung, Jalan DA Tawa, Jalan Alson III, Jalan Duar Anyar, Jalan Merdeka Kilometer 10, hingga Jalan Diklat.
Kondisi tersebut menunjukkan kawasan Bukit Tunggal masih menjadi salah satu titik yang membutuhkan penanganan intensif.
Lahan Terbakar Harian 0,41 Hektare
Dalam laporan harian 4 Oktober, BPBD mencatat total lahan terbakar yang terukur pada lokasi penanganan hari itu mencapai 0,41 hektare.
Luas tersebut antara lain berasal dari Jalan Alam Lestari sekitar 0,12 hektare dan Jalan Duar Anyar sekitar 0,29 hektare.
Angka 0,41 hektare merupakan rekap dari lokasi penanganan harian, sehingga berbeda dengan kenaikan luas kumulatif sebesar 4,38 hektare.
Perbedaan itu dapat terjadi akibat pembaruan pengukuran, tambahan lokasi lain, atau penyesuaian data kumulatif.
Satgas Masih Lakukan Pemadaman dan Pembasahan
Satgas karhutla masih melakukan pemadaman dan pembasahan pada sejumlah lokasi untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Penanganan melibatkan BPBD, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tim pemadam swadaya, relawan, serta unsur lainnya.
BPBD juga menyiagakan satu pos komando dan enam pos lapangan, layanan kesehatan, logistik, serta dukungan pencarian dan penyelamatan.
Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian
Peningkatan jumlah karhutla terjadi saat kualitas udara Palangka Raya masih menjadi perhatian serius.
Pada Minggu, 4 Oktober 2026 sore, dashboard Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palangka Raya sempat mencapai 1.149 dengan PM2,5 sebagai parameter kritis.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap luasan lahan, tetapi juga terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Memasuki Senin, 5 Oktober 2026, perkembangan titik api, luas lahan terbakar, dan kualitas udara menjadi indikator penting yang perlu terus dipantau.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan