Hotspot Nasional Melonjak 1.271 Titik
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat tajam. Kementerian Kehutanan mencatat 1.271 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional hingga Jumat (2/10/2026) pukul 21.10 WIB.
Jumlah tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 582 hotspot. Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi dua wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas penanganan karhutla.
Lonjakan tersebut membuat pemerintah kembali memperkuat operasi darat dan udara, termasuk pengerahan helikopter water bombing, patroli udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
61 Armada Udara Disiagakan
Kementerian Kehutanan menyatakan sebanyak 61 armada udara disiagakan untuk mendukung operasi pengendalian karhutla di sejumlah wilayah prioritas.
Armada tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari patroli udara, OMC, hingga pemadaman menggunakan water bombing pada lokasi yang sulit dijangkau tim darat.
Penguatan operasi dilakukan karena kebakaran di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan meski api di bagian atas terlihat padam.
Kondisi tersebut membuat proses pembasahan dan pendinginan harus dilakukan secara berulang agar bara tidak kembali memicu kebakaran.
Kalteng Masih Jadi Perhatian Utama
Kalteng bukan pertama kali menjadi fokus utama penanganan karhutla pada musim kemarau tahun ini.
Pada pertengahan September, Kementerian Kehutanan juga mencatat lonjakan hotspot di Kalteng hingga lebih dari seribu titik dalam satu hari. Pemerintah kemudian meningkatkan operasi pemadaman darat dan udara di berbagai wilayah.
Cyrustimes sebelumnya juga mencatat Kalteng menjadi salah satu wilayah dengan hotspot tertinggi di Indonesia serta mengalami penurunan kualitas udara di sejumlah kabupaten dan kota.
Namun pembaruan kali ini memiliki perkembangan berbeda karena jumlah hotspot nasional kembali melonjak dan jumlah armada udara yang disiagakan meningkat menjadi 61 unit.
Kabut Asap Masih Selimuti Palangka Raya
Di Kota Palangka Raya, dampak karhutla masih terasa hingga Sabtu (3/10/2026).
Media Center Pemerintah Kota Palangka Raya melaporkan kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya di sejumlah titik akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah kota.
Kondisi asap juga masih memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pada pagi dan malam hari ketika jarak pandang cenderung menurun.
Sejumlah daerah di Kalteng bahkan masih menerapkan pembelajaran jarak jauh akibat kualitas udara yang belum stabil.
Hotspot Bukan Berarti Satu Titik Kebakaran
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikator anomali suhu permukaan yang dideteksi satelit.
Satu hotspot tidak dapat langsung diartikan sebagai satu kejadian kebakaran atau luas lahan tertentu. Validasi tetap harus dilakukan melalui patroli lapangan dan ground check.
Meski demikian, lonjakan jumlah hotspot menjadi indikator penting untuk menentukan wilayah prioritas pemadaman dan pengawasan.
Dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, operasi pengendalian karhutla di Kalteng diperkirakan akan terus diperkuat hingga risiko kebakaran menurun.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan