Estimasi waktu baca: 2 menit baca

Harga Pangan Jadi Tekanan Utama Inflasi

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Inflasi tahunan Kalimantan Tengah (Kalteng) pada September 2026 tercatat sebesar 5,02 persen, dengan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu pendorong utama. Angka tersebut berada di atas inflasi nasional yang pada periode sama tercatat 3,28 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng mencatat tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kondisi ini menunjukkan harga kebutuhan sehari-hari masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga di daerah.

Inflasi Kalteng Naik dari Agustus

Pada Agustus 2026, inflasi tahunan Kalteng masih berada di level 4,96 persen. Dengan capaian 5,02 persen pada September, terjadi kenaikan tipis sebesar 0,06 poin persentase secara tahunan.

Sebelumnya, BPS juga mencatat Kalteng termasuk provinsi dengan tingkat inflasi tahunan tinggi pada Agustus 2026. Saat itu inflasi Kalteng sebesar 4,96 persen.

Kenaikan harga pangan menjadi perhatian karena kelompok ini berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat, terutama rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah.

Di Atas Inflasi Nasional

Secara nasional, BPS mencatat inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen year-on-year, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,31. Inflasi bulanan nasional tercatat 0,30 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 2,17 persen.

Perbandingan tersebut menunjukkan inflasi tahunan Kalteng sekitar 1,74 poin persentase lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Meski demikian, angka inflasi berbeda antarwilayah dan dipengaruhi struktur konsumsi, distribusi barang, pasokan pangan serta kondisi ekonomi masing-masing daerah.

Pangan Jadi Faktor Penting

BPS Kalteng menyebut kenaikan harga sejumlah komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi September.

Tekanan harga pangan menjadi penting untuk diperhatikan karena perubahan harga komoditas bahan pokok dapat langsung memengaruhi belanja harian masyarakat.

Di sisi lain, distribusi bahan pangan di wilayah Kalteng memiliki tantangan tersendiri karena luas wilayah dan jarak antardaerah yang cukup besar. Faktor pasokan, transportasi dan kondisi produksi dapat turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.

Pengendalian Harga Perlu Dijaga

Perkembangan inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) biasanya melakukan sejumlah langkah, mulai dari pemantauan harga, operasi pasar, penguatan distribusi hingga menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis.

Dengan inflasi tahunan Kalteng yang masih berada di atas nasional, stabilitas pasokan pangan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pergerakan harga pada bulan-bulan berikutnya.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja