Pangdam XXII/Tambun Bungai Terapkan Pembalikan Gambut Atasi Karhutla Sambang Lihum
CYRUSTIMES, BANJAR – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turun langsung memimpin evaluasi taktis penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu, 4 Oktober 2026.
Dalam evaluasi tersebut, Pangdam menekankan perlunya terobosan di lapangan untuk mengatasi bara api yang masih bertahan di bawah permukaan lahan gambut.
Hasil evaluasi kemudian mengarah pada penggunaan metode pembalikan tanah gambut untuk membuka lapisan yang masih menyimpan panas dan memutus titik api bawah tanah atau subterranean fire.
“Penanganan Karhutla harus cepat, tepat, dan solutif. Metode pembalikan tanah ini difokuskan agar sumber api di kedalaman gambut benar-benar padam sehingga asap tidak kembali membumbung,” tegas Zainul.
Dua Alat Berat Dikerahkan
Menindaklanjuti evaluasi tersebut, Komando Resor Militer (Korem) 101/Antasari mengerahkan dua unit alat berat beserta operator menuju kawasan Sambang Lihum.
Alat berat digunakan untuk mengolah dan membalik lapisan gambut pada sektor-sektor yang masih terindikasi menyimpan bara.
Pengerahan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemadaman, terutama karena kebakaran di lahan gambut sering kali tetap berlangsung di bawah permukaan meski api di bagian atas sudah tidak terlihat.
Bara Gambut Jadi Tantangan
Karhutla di Sambang Lihum dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu titik prioritas penanganan di Kalimantan Selatan.
Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menyebut titik api di kawasan tersebut masih terlihat dan dilaporkan membesar.
Karakter lahan gambut membuat proses pemadaman lebih kompleks karena api dapat merambat di bawah permukaan dan kembali memunculkan asap setelah pemadaman awal.
Karena itu, pembasahan dari permukaan saja dalam kondisi tertentu belum cukup untuk memastikan sumber panas benar-benar padam.
Pangdam Minta Penanganan Lebih Efektif
Mayjen TNI Zainul Arifin sebelumnya juga telah meninjau kesiapan penanganan karhutla di Posko Sambang Lihum pada 28 September 2026.
Saat itu, pengecekan mencakup kesiapan pasukan gabungan, peralatan pemadam, kendaraan operasional hingga pemetaan titik panas dan jalur mitigasi di kawasan gambut.
Ia juga meminta penanganan dilakukan secara terpadu dan responsif, termasuk melalui patroli, deteksi dini dan pemadaman sebelum api meluas.
Evaluasi terbaru menunjukkan strategi lapangan kini diperkuat dengan intervensi mekanis menggunakan alat berat.
Libatkan Kodim dan Yonif
Dalam penanganan di Sambang Lihum, Pangdam didampingi Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, jajaran Korem, serta unsur komando kewilayahan.
Untuk eksekusi di lapangan, personel dari Kodim 1006/Banjar dan Yonif TP 828/Bwm dikerahkan mendukung operasi.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah meluasnya asap ke wilayah permukiman dan jalur transportasi.
Sambang Lihum Jadi Prioritas
Kawasan Sambang Lihum sebelumnya juga menjadi lokasi Pos Lapangan penanganan karhutla Kalimantan Selatan dan telah beberapa kali ditinjau pejabat terkait. Pada akhir September, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, TNI dan unsur lainnya juga melakukan evaluasi penanganan karhutla di kawasan tersebut.
Dengan masih ditemukannya titik api pada awal Oktober, operasi pemadaman kini diarahkan lebih agresif pada sumber bara di bawah permukaan.
Penggunaan metode pembalikan gambut diharapkan dapat mempercepat pendinginan lahan sehingga asap tidak terus muncul dari titik yang sebelumnya telah dipadamkan.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan