Estimasi waktu baca: 3 menit baca

Karhutla Palangka Raya Bertambah 15 Sehari

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), terus bertambah. Hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat 767 kejadian karhutla dengan luas hutan dan lahan terbakar mencapai 1.375,29 hektare.

Angka tersebut menunjukkan penambahan 15 kejadian hanya dalam satu hari dibandingkan data hingga 2 Oktober 2026 yang masih mencatat 752 kejadian.

Peningkatan ini memperlihatkan bahwa ancaman karhutla di ibu kota Kalteng belum mereda memasuki awal Oktober.

Jekan Raya Masih Catat Kejadian Terbanyak

Dalam infografis terbaru BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya masih menjadi wilayah dengan jumlah karhutla tertinggi, yakni 471 kejadian.

Selanjutnya Sebangau tercatat 162 kejadian, Pahandut 65 kejadian, Bukit Batu 63 kejadian, dan Rakumpit empat kejadian.

Namun, Cyrustimes mendapati terdapat perbedaan pada data yang ditampilkan. Penjumlahan rincian lima kecamatan tersebut menghasilkan 765 kejadian, sementara angka total pada infografis BPBD tertulis 767 kejadian.

Karena itu, angka 767 dalam berita ini mengacu pada total resmi yang dicantumkan BPBD Kota Palangka Raya, sembari menunggu pembaruan atau penyesuaian rincian per kecamatan.

19 Lokasi Ditangani dalam Sehari

Selain rekap kumulatif, BPBD Kota Palangka Raya juga mencatat sedikitnya 19 lokasi penanganan karhutla pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Lokasi tersebut tersebar antara lain di Kelurahan Tanjung Pinang, Bukit Tunggal, Banturung, Marang, Menteng, Palangka hingga Langkai.

Sejumlah titik pada saat laporan diterbitkan masih berstatus belum tuntas, sementara titik lainnya telah dinyatakan aman tetapi tetap dalam pengawasan petugas.

Salah satu lokasi yang masih terdapat api aktif berada di Jalan Merdeka I, Kelurahan Menteng.

Penanganan di lokasi tersebut melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Emergency Response Palangka Raya (ERP), unsur masyarakat dan perangkat daerah terkait.

1,53 Hektare Terbakar pada Penanganan 3 Oktober

Dari rangkaian penanganan karhutla pada 3 Oktober, BPBD mencatat luas lahan terbakar sedikitnya mencapai 1,53 hektare.

Beberapa lokasi yang telah tercatat luasannya meliputi Jalan Alam Lestari, Kelurahan Bukit Tunggal seluas 0,73 hektare; kawasan Jalan Pariwisata Kilometer 32, Kelurahan Banturung sekitar 0,50 hektare; Jalan Duar Anyar, Bukit Tunggal 0,28 hektare; serta Jalan RTA Milono Kilometer 4,5, Langkai sekitar 0,02 hektare.

Petugas Satgas Karhutla melakukan pemadaman dan pembasahan serta berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mencegah api kembali menyala maupun merambat ke kawasan lainnya.

BPBD juga menyiagakan satu pos komando dan enam pos lapangan, serta dukungan sektor kesehatan, logistik, pencarian dan penyelamatan.

Luas Karhutla Kini 1.375,29 Hektare

Dengan pembaruan hingga 3 Oktober, total luas hutan dan lahan yang terbakar sejak penetapan status siaga darurat pada 1 Juni 2026 telah mencapai 1.375,29 hektare.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya tekanan karhutla yang dialami Palangka Raya selama musim kemarau tahun ini.

Selain ancaman kebakaran yang belum berakhir, asap dari kebakaran lahan juga menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat dan aktivitas warga.

Masyarakat kembali diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kepulan asap.

Laporan kedaruratan dapat disampaikan melalui Call Center 112 Kota Palangka Raya.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja