Anak Muda Kalteng Serukan Pemerintah Berkantor 30 Hari di Tengah Karhutla
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Sejumlah anak muda di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyerukan agar Presiden, Wakil Presiden, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), para menteri hingga jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) merasakan langsung kondisi karhutla dengan berkantor selama 30 hari di Kalteng.
Seruan tersebut akan disampaikan dalam kegiatan #BerserikatBersama Edisi ke-3 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Tugu Soekarno, Kota Palangka Raya, Minggu (4/10/2026), pukul 18.00–21.00 WIB.
Dalam materi publikasi kegiatan, penyelenggara mengangkat tema “Mengajak Pemerintah Berkantor 30 Hari di Kalimantan Tengah Adalah Satu-Satunya Jalan Mendorong Karhutla Menjadi Bencana Nasional” dengan tagar #SupayaMerekaMerasakan.
Undang Presiden hingga Wantimpres
Panitia secara terbuka menyerukan undangan kepada Presiden, Wakil Presiden, Kepala BNPB, para menteri serta seluruh anggota Wantimpres yang baru dilantik untuk datang dan berkantor di Kalteng.
Nama Rocky Gerung secara khusus dicantumkan dalam materi seruan tersebut.
Rocky memang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pengangkatannya bersama jajaran Wantimpres lainnya dituangkan dalam Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.
Namun, dalam materi yang diterima Cyrustimes belum disebutkan adanya konfirmasi kehadiran Presiden, Wakil Presiden, pejabat pemerintah pusat maupun anggota Wantimpres dalam kegiatan tersebut.
Soroti Dampak Karhutla di Kalteng
Seruan berkantor selama 30 hari tersebut menjadi cara kelompok anak muda untuk menarik perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi yang dialami masyarakat Kalteng akibat karhutla dan kabut asap.
Penyelenggara membawa pesan bahwa kondisi tersebut perlu dilihat dan dirasakan langsung oleh pembuat kebijakan, bukan hanya dipantau melalui laporan dan data dari daerah.
Kegiatan juga dikemas dalam bentuk diskusi publik dengan mengajak anak muda Kalteng untuk menyampaikan pandangan mengenai dampak karhutla serta respons pemerintah terhadap persoalan tersebut.
Bagikan 5.000 Masker Gratis
Selain diskusi publik, penyelenggara mengumumkan akan membagikan 5.000 masker secara gratis kepada masyarakat yang hadir.
Dalam agenda tersebut dijadwalkan hadir sejumlah perwakilan anak muda, yakni Virdian Aurellio dari Brand New Indonesia, Naomi Simamora selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya (BEM FH UPR), serta Yosafat Menteng selaku Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (BEM FISIP UPR).
Seluruh anak muda dan masyarakat juga diundang mengikuti kegiatan di kawasan Tugu Soekarno.
Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda
Agenda tersebut membawa tajuk “Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda”, dengan isu lingkungan dan karhutla ditempatkan sebagai salah satu persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian generasi muda.
Melalui forum terbuka itu, penyelenggara ingin menjadikan persoalan karhutla sebagai bagian dari diskusi publik mengenai kebijakan penanggulangan bencana, kesehatan masyarakat dan tanggung jawab pemerintah.
Seruan tersebut muncul ketika Kalteng masih menghadapi rangkaian karhutla dan kabut asap yang dalam beberapa pekan terakhir berdampak terhadap kualitas udara serta aktivitas masyarakat.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan