Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Udara Palangka Raya Ekstrem

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memburuk tajam pada Minggu, 4 Oktober 2026 sore. Data pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pada pukul 16.35 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palangka Raya mencapai 1.149 dengan parameter kritis PM2,5.

Angka tersebut menempatkan Palangka Raya pada tingkat pencemaran udara yang sangat ekstrem dan jauh melampaui ambang kategori berbahaya.

Tidak hanya Palangka Raya. Tiga wilayah Kalteng lainnya yang muncul dalam daftar pemantauan nasional juga menunjukkan angka ISPU sangat tinggi, yakni Kabupaten Barito Selatan 660, Kabupaten Murung Raya 524, dan Kabupaten Kotawaringin Timur 320.

Palangka Raya Tertinggi dalam Pemantauan

Berdasarkan dashboard lokasi stasiun pemantauan KLH/BPLH, stasiun Palangka Raya Jekan Raya mencatat ISPU 1.149.

Parameter kritis yang terdeteksi adalah PM2,5, yakni partikel udara berukuran sangat halus yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Stasiun pemantauan tersebut berada di Kantor Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Angka Palangka Raya menjadi yang tertinggi pada daftar stasiun yang ditampilkan dalam pemantauan sore tersebut.

Barito Selatan Capai 660

Kondisi serius juga terjadi di Kabupaten Barito Selatan.

Stasiun pemantauan di wilayah Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, mencatat ISPU sebesar 660, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis.

Angka tersebut menempatkan Barito Selatan jauh di atas batas kategori berbahaya.

Kondisi udara ini menjadi perhatian karena Barito Selatan dalam beberapa pekan terakhir juga menghadapi dampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Murung Raya 524, Kotim 320

Kabupaten Murung Raya mencatat ISPU 524.

Berbeda dari sejumlah stasiun lainnya, parameter kritis di Murung Raya tercatat PM10.

Sementara Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat ISPU sebesar 320, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis.

Dengan angka tersebut, sedikitnya empat kota dan kabupaten di Kalimantan Tengah yang tampil dalam daftar pemantauan sore KLH/BPLH berada pada level di atas 300.

Dalam klasifikasi ISPU nasional, angka lebih dari 300 masuk kategori berbahaya.

Kalteng Dominasi Daftar Udara Terburuk

Data pukul 16.35 WIB juga memperlihatkan beberapa wilayah lain di luar Kalteng mengalami kualitas udara buruk.

Banjarmasin tercatat mencapai ISPU 605, Kutai Barat 408, Kabupaten Tebo 403, Kabupaten Tabalong 365, dan Palembang 312.

Namun, Palangka Raya tetap menjadi titik dengan angka paling tinggi pada tampilan daftar tersebut.

Empat wilayah Kalteng bahkan masuk dalam jajaran atas daftar stasiun dengan nilai ISPU tertinggi.

PM2,5 Jadi Ancaman Utama

Sebagian besar wilayah dengan pencemaran tinggi pada pemantauan tersebut didominasi parameter PM2,5.

Partikel PM2,5 berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup hingga masuk ke bagian terdalam paru-paru.

Pada kondisi udara ekstrem, masyarakat terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker dengan kemampuan filtrasi partikel halus juga menjadi langkah perlindungan yang lebih efektif dibanding masker kain biasa.

Karhutla Masih Berlangsung

Memburuknya kualitas udara terjadi saat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalteng masih berlangsung.

Di Palangka Raya saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 767 kejadian karhutla sejak 1 Juni hingga 3 Oktober 2026 dengan total luas hutan dan lahan terbakar mencapai 1.375,29 hektare.

Sejumlah titik kebakaran juga masih dalam penanganan dan pengawasan petugas.

Kondisi gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan menjadi salah satu faktor yang membuat asap dapat terus muncul meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Masyarakat Perlu Pantau Perubahan Udara

Angka ISPU dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, konsentrasi polutan, serta aktivitas kebakaran di sekitar wilayah pemantauan.

Karena itu, angka 1.149 di Palangka Raya merupakan data yang tampil pada dashboard KLH/BPLH pukul 16.35 WIB, bukan angka tetap untuk seluruh hari.

Masyarakat disarankan terus memantau pembaruan kualitas udara dan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika nilai ISPU tetap berada pada tingkat berbahaya.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja