CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus membantah keras tudingan malapraktik dalam penanganan pasien operasi caesar. Tuduhan dilayangkan kuasa hukum pasien dari LBH PHRI pada Sabtu (8/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, menegaskan pihaknya tidak melakukan pelanggaran medis. “Kalau menurut penasihat hukum itu malapraktik, silakan buktikan. Dari sisi kami, jawaban pastinya bukan,” ujar Suyuti saat ditemui di RSUD Doris Sylvanus, Senin (9/2/2026).
Suyuti menjelaskan bahwa penilaian malapraktik bukan wewenang sembarang pihak. Hanya Majelis Disiplin Profesi (MDP) yang berhak memvonis ada tidaknya malapraktik. “Tidak ada yang punya kewenangan kecuali majelis disiplin profesi. Siapa yang menuduh, dia yang harus membuktikan,” tegasnya.
Menanggapi klaim tidak adanya persetujuan pemasangan alat kontrasepsi IUD saat operasi caesar November 2025, pihak rumah sakit membantah. “Ada persetujuannya di kami. Mungkin beliau lupa,” kata Suyuti.
Terkait pemasangan IUD langsung saat operasi, Suyuti menyebut tindakan tersebut sesuai standar medis. “Kita bekerja berdasarkan regulasi yang diberikan, berbasis ilmiah. IUD boleh dipasang setelah operasi, itu artinya ada dasar ilmiahnya,” jelasnya.
Suyuti merinci bahwa pemeriksaan pasca operasi telah dilakukan sesuai prosedur. Dua hari setelah operasi, pasien dinyatakan tidak ada masalah. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada hari ketujuh juga menunjukkan kondisi normal.
“Sampai hari ketujuh tidak ada masalah, berarti sembuh. Setelah itu mungkin ada keluhan, tapi kontrolnya bukan di kami. Kontrolnya di tempat lain, kami tidak tahu,” ungkap Suyuti.
Pihak RSUD Doris Sylvanus menegaskan siap mempertanggungjawabkan semua tindakan medis yang dilakukan. “Pada perspektif kami, tidak benar terjadi dugaan malapraktik. Meski saya dokter, saya tidak punya kewenangan menyatakan hal itu, karena ada lembaga yang diberi kewenangan oleh undang-undang,” pungkas Suyuti.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.