Estimasi waktu baca: 3 menit

Kantor dan mess PT Agrinas Palma Nusantara di Labura dibakar massa setelah seorang warga tewas diduga dianiaya petugas pengamanan perusahaan.

CYRUSTIMES, LABUHANBATU UTARA – Kantor dan mess milik PT Agrinas Palma Nusantara atau APN Regional 1 di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, dibakar massa pada Selasa (16/06/2026) malam.

Aksi pembakaran itu diduga dipicu kemarahan warga setelah seorang warga Desa Sukarame Baru meninggal dunia. Korban disebut tewas setelah diduga mengalami penganiayaan oleh petugas pengamanan perusahaan.

Korban diketahui bernama Luis David Hutabarat, 32 tahun, warga Dusun Tapian Nauli Kilang Mili, Desa Sukarame Baru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi korban bersama rekannya disebut sedang dalam perjalanan pulang dari ladang. Mereka melintasi areal perkebunan PT APN sebelum peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kepala Desa Sukarame Baru, Zaini, mengatakan massa yang marah sempat menjarah sejumlah aset dan barang berharga milik perusahaan sebelum membakar bangunan.

“Sebanyak tujuh unit aset milik PT Agrinas, termasuk kantor dan mess, dijarah massa. Tiga unit bangunan, termasuk kantor perusahaan, kemudian dibakar sebagai buntut dari meninggalnya seorang warga yang diduga dianiaya,” kata Zaini saat dikonfirmasi.

Menurut Zaini, belum diketahui apakah ada korban jiwa dari pihak perusahaan dalam peristiwa tersebut.

Namun, kemarahan warga tidak hanya menyasar kantor dan mess perusahaan. Massa juga disebut menghentikan paksa sejumlah truk pengangkut tandan buah segar atau TBS kelapa sawit milik PT Agrinas yang melintas di Jalan Kilang Mili.

“Warga menghadang truk pengangkut buah sawit dan mengancam akan membakar kendaraan jika muatannya tidak diturunkan,” ujar Zaini.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, muatan buah sawit yang sebelumnya diturunkan dari truk sudah tidak berada di tempat.

“Setelah saya cek ke lokasi, buah sawit yang diturunkan sudah tidak berada di tempat dan diduga telah diambil oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain kantor dan mess, informasi yang beredar menyebut sedikitnya tujuh unit sepeda motor yang berada di lokasi turut hangus terbakar. Namun, jumlah pasti kerusakan dan nilai kerugian masih menunggu pendataan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Camat Kualuh Hulu, Maruli Tanjung, mengatakan pihak kecamatan bersama unsur terkait telah turun ke lokasi untuk meredam amarah warga.

Menurut Maruli, langkah tersebut dilakukan agar aksi anarkis tidak meluas ke titik lain dan situasi di lapangan dapat segera dikendalikan.

“Kami berupaya menenangkan masyarakat dan mencegah tindakan anarkis meluas ke lokasi lainnya. Saat ini kondisi berangsur kondusif dan aparat keamanan masih melakukan pengamanan di lapangan,” katanya.

Peristiwa ini menambah panjang daftar ketegangan antara warga dan perusahaan perkebunan di sejumlah daerah. Dalam kasus ini, dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya warga menjadi pemicu utama kemarahan massa.

Meski demikian, dugaan penganiayaan terhadap korban masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Agrinas Palma Nusantara terkait insiden pembakaran, dugaan penganiayaan, maupun kerusakan aset perusahaan.

Aparat keamanan diharapkan segera mengusut penyebab kematian Luis David Hutabarat secara terbuka agar tidak memicu spekulasi dan kemarahan lanjutan di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah bersama aparat juga diminta memastikan situasi tetap kondusif serta membuka ruang mediasi agar konflik antara warga dan perusahaan tidak berkembang menjadi kerusuhan yang lebih luas.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.