PALANGKA RAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya menyampaikan kelanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi program pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR).

Kepala Kejari Palangka Raya, Andi Murji Machfud melalui Kasi Pidum, Henry Yulianto mengatakan saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

“Saat ini yang sudah kami periksa berjumlah 17 orang saksi,” katanya belum lama ini.

Terkait potensi saksi yang bisa menjadi tersangka, pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
IMG-20240617-WA0075
idul adha barsel

“Karna masih dalam tahap penyidikan, untuk kabar selanjutnya nanti kita informasikan,” ujarnya.

Dan juga, lanjut Henry menyampaikan, Kejari Palangka Raya masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi terkait barang bukti dokumen yang telah disita sebelumnya.

Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral

“Dikarenakan, adanya dokumen-dokumen yang harus diklarifikasi kepada saksi-saksi,” jelasnya.

Henry juga menyampaikan, pihaknya telah mengumpulkan banyak barang bukti sebagai bahan petunjuk dalam kasus tersebut.

“Yang terkumpul banyak, karena dari tahun 2018 sampai 2022, dokumen yang disita sudah dikumpulkan sampai enam boks Kontainer,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Palangka Raya telah menggeledah kantor Pascasarjana UPR terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi pada hari Rabu 21 Februari 2024.