Cyrustimes.com,Jakarta – Laga Arema FC kontra Persebaya menjadi Tragedi Kanjuruhan. Ratusan korban meninggal dunia, begini kesaksian salah seorang suporter.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah laga Derby Jawa Timur, Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya. Suporter tuan rumah selanjutnya turun ke lapangan setelah laga tuntas, terjadilah kericuhan yang tidak terhindarkan.

Suporter dan pihak kepolisian bentrok di lapangan, sampai-sampai pihak keamanan melepas gas air mata ke arah tribun.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral

Korban jiwa berjatuhan sampai ratusan jiwa akibat sesak nafas yang berkerumunan kesulitan keluar dari stadion.

Dilansir dari detik.com, salah seorang suporter asal Ponorogo bernama Joko ikut menjadi saksi pilu Tragedi Kanjuruhan. Joko menceritakan versinya.

“Saya kan sebenarnya sudah keluar usai pertandingan, tapi balik lagi ke dalam stadion karena ada teman yang pingsan,” tutur Joko kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Joko menerangkan, saat kembali ke dalam stadion, suasana di dalam sudah pekat dengan asap dari gas air mata. Joko saat itu berada di tribun 12-13.

“Saya lihat mayat di sekitar tangga, suasana di dalam (stadion) kalut,” terang Joko.