Untuk itu, Agus mengusulkan agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan guru dengan penambahan insentif di luar tunjangan yang ada, serta memberikan fasilitas yang memadai seperti rumah dinas, sepeda motor, atau bahkan kelotok bagi guru yang bertugas di daerah aliran sungai. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perbaikan fasilitas sekolah, seperti meubelair, toilet, dan akses internet yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.

“Beberapa desa di Barito Selatan, seperti Marawan Baru dan Marawan Lama, masih mengalami kesulitan dalam akses internet. Hal ini sangat menghambat proses belajar mengajar, terutama untuk ujian sekolah yang membutuhkan akses online,” tambah Agus.

Sebagai bagian dari proyek perubahan yang diangkat dalam pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXXIII, Agus menekankan pentingnya pemetaan ideal penempatan guru di desa-desa. Pemetaan ini akan disampaikan kepada Penjabat Bupati Barito Selatan dan Dinas Pendidikan sebagai rekomendasi untuk memperbaiki distribusi guru di wilayah pedesaan.

Agus juga mengusulkan penyusunan Draf Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberian insentif tambahan bagi guru yang bertugas di desa terpencil dan di luar kota Buntok. Usulan ini sejalan dengan kebijakan Presiden yang menyampaikan penambahan satu kali gaji untuk guru dan kenaikan honor bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pidatonya tanggal 27 November 2024.

“Diharapkan melalui kebijakan ini, kualitas pendidikan di Barito Selatan akan meningkat, dan para guru yang bertugas di desa akan merasa lebih dihargai dan lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran,” tutup Agus.

Hitam dan Kuning Minimalis Spanduk Ucapan Selamat Puasa Ramadhan_20260322_195134_0000