Estimasi waktu baca: 3 menit

Ilmuwan menemukan struktur raksasa berbentuk kipas di bawah es Antartika Timur yang mengungkap jejak Gondwana dan perilaku lapisan es.

CYRUSTIMES, JAKARTA – Antartika kembali membuka rahasia besar dari perut buminya. Para ilmuwan menemukan struktur geologi raksasa berbentuk kipas yang terkubur di bawah lapisan es Antartika Timur.

Temuan ini bukan sekadar lanskap beku yang tersembunyi. Struktur tersebut memperlihatkan jejak masa lalu Bumi saat benua-benua raksasa masih menyatu dalam superkontinen Gondwana.

Advertisement

Di beberapa bagian, struktur itu tertutup es setebal lebih dari tiga kilometer. Selama ini, wilayah Antartika Timur sering dianggap lebih stabil secara geologi dibanding Antartika Barat. Namun, temuan terbaru ini memberi gambaran berbeda.

Para peneliti menyebut struktur itu sebagai East Antarctic Fan-Shaped Basin Province. Bentuknya menyerupai kipas besar yang menghubungkan sejumlah cekungan subglasial atau cekungan yang berada di bawah lapisan es.

Jejak Kuno Gondwana

Struktur tersebut diduga terbentuk dari proses tektonik purba. Pada masa lalu, kerak bumi meregang dan membuka retakan besar saat Gondwana mulai pecah.

Advertisement

Proses itu ikut membentuk jalur cekungan yang kini terkubur di bawah es. Salah satu teori menyebut pola kipas ini berkaitan dengan pemisahan Antartika dan Australia sekitar puluhan juta tahun lalu.

Temuan ini membuat peta lama tentang Antartika harus dilihat ulang. Benua yang sekarang tampak diam dan membeku ternyata menyimpan rekam jejak tektonik yang jauh lebih aktif.

Para ilmuwan memakai pemetaan subglasial, data gravitasi, magnetik, dan seismik untuk membaca struktur yang tidak terlihat dari permukaan. Tanpa teknologi tersebut, bentuk besar di bawah es itu hampir mustahil dikenali.

Advertisement

Bukan Sekadar Penemuan Geologi

Penemuan ini juga penting untuk memahami perilaku lapisan es Antartika saat ini. Bentuk dasar benua di bawah es dapat memengaruhi arah aliran es, lokasi danau subglasial, serta stabilitas lapisan es dalam jangka panjang.

Artinya, struktur kuno itu tidak hanya bercerita tentang masa lalu. Ia juga bisa membantu ilmuwan membaca masa depan.

Saat suhu global meningkat, Antartika menjadi salah satu wilayah kunci dalam proyeksi kenaikan muka laut. Jika dasar es memiliki cekungan, retakan, atau jalur tertentu, pergerakan es bisa berubah lebih cepat dari perkiraan.

Advertisement

Karena itu, temuan ini memberi bahan baru bagi model iklim. Semakin jelas peta bawah es Antartika, semakin baik pula ilmuwan menghitung risiko perubahan lapisan es.

Antartika Belum Selesai Dibaca

Penemuan struktur berbentuk kipas ini menegaskan satu hal: Antartika belum sepenuhnya dipahami.

Di atas permukaan, benua itu tampak putih, sunyi, dan kaku. Namun di bawah es, tersimpan cekungan, pegunungan, dan jejak benua purba yang masih memengaruhi Bumi hingga sekarang.

Advertisement

Bagi sains, Antartika bukan hanya kawasan beku di ujung selatan planet. Ia adalah arsip raksasa yang menyimpan sejarah tektonik, iklim, dan perubahan Bumi selama jutaan tahun.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
Advertisement