Estimasi waktu baca: 3 menit

Kapolres Katingan menyebut dua personel yang hilang belum ditemukan. Pencarian dibantu Polda, Bareskrim, dan Basarnas.

CYRUSTIMES, KATINGAN – Upaya pencarian dua anggota polisi dari Polres Katingan yang hilang pascainsiden operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, masih terus berlangsung.

Dua anggota polisi yang hilang tersebut yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. Keduanya dinyatakan hilang setelah operasi Satresnarkoba Polres Katingan berujung bentrokan dan menyebabkan satu anggota kepolisian, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur dalam tugas.

Advertisement

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi Cyrustimes, Jumat, 3 Juli 2026, menyatakan belum ada perkembangan terbaru terkait keberadaan dua personel tersebut.

“Belum mas. Masih proses,” kata Dodik kepada Cyrustimes.

Pencarian Dibantu Polda dan Bareskrim

Dodik membenarkan proses pencarian tidak hanya dilakukan Polres Katingan. Tim gabungan juga melibatkan bantuan dari Polda Kalimantan Tengah dan Bareskrim Polri.

Advertisement

Saat ditanya apakah Polres Katingan dibantu tim Bareskrim dan Polda dalam penyisiran lokasi, Dodik menjawab singkat.

“Dibantu,” ujarnya.

Pencarian dilakukan dengan menyisir area yang diduga berkaitan dengan hilangnya dua personel tersebut pascainsiden di Tumbang Kalemei.

Advertisement

Berdasarkan dokumentasi yang diterima Cyrustimes, tim terlihat melakukan pencarian menggunakan perahu di aliran sungai. Kapolres Katingan kemudian membenarkan bahwa pencarian itu menyusuri Sungai Katingan.

“Sungai Katingan,” kata Dodik saat dikonfirmasi mengenai lokasi pencarian.

Basarnas Ikut Turun

Selain unsur kepolisian, pencarian juga melibatkan tim Basarnas.

Advertisement

Dodik membenarkan sebanyak 10 anggota tim Basarnas ikut membantu proses pencarian dua personel yang masih hilang tersebut.

“Ikut,” ujar Dodik saat ditanya mengenai keterlibatan 10 anggota Basarnas dalam pencarian.

Keterlibatan Basarnas memperkuat operasi pencarian di jalur sungai. Kondisi medan di kawasan Katingan Tengah membuat pencarian membutuhkan dukungan personel dan peralatan yang memadai.

Advertisement

Penyisiran sungai menjadi salah satu fokus karena lokasi kejadian berada di wilayah yang berdekatan dengan aliran Sungai Katingan dan kawasan permukiman berbasis lanting atau rumah apung.

Insiden Berawal dari Penggerebekan Sabu

Sebelumnya, operasi Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei dilakukan untuk menindaklanjuti informasi dugaan peredaran narkotika jenis sabu.

Namun operasi tersebut berubah menjadi insiden berdarah. Satu personel kepolisian, Aipda Yudhi Perdana Putra, ditemukan gugur dalam tugas.

Advertisement

Dua personel lainnya, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, kemudian dilaporkan hilang.

Peristiwa itu membuat Polda Kalteng dan jajaran kepolisian memperkuat penanganan di lapangan. Selain melakukan pencarian terhadap dua anggota yang hilang, aparat juga mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap petugas.

Satu Terduga Pelaku Telah Ditangkap

Dalam perkembangan lain, tim gabungan Polda Kalteng telah mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.

Advertisement

Terduga pelaku diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Meski satu orang telah diamankan, polisi masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam insiden tersebut.

Kapolres Katingan sebelumnya menegaskan pengungkapan kasus ini menjadi prioritas kepolisian, terutama setelah gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika.

Advertisement

Fokus Utama Temukan Dua Personel

Hingga Jumat sore, fokus utama aparat masih tertuju pada pencarian Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Pencarian menyusuri Sungai Katingan menjadi bagian penting dari operasi gabungan. Tim di lapangan terus bergerak untuk menemukan tanda-tanda keberadaan dua personel tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian luas publik Kalimantan Tengah. Insiden di Tumbang Kalemei tidak hanya membuka risiko besar dalam operasi pemberantasan narkoba, tetapi juga menunjukkan beratnya medan penindakan di wilayah pedalaman.

Advertisement

Polda Kalteng, Polres Katingan, Bareskrim, dan Basarnas kini berpacu dengan waktu. Harapan keluarga, rekan sesama anggota, dan masyarakat tertuju pada satu hal: dua anggota polisi yang hilang dapat segera ditemukan.

Sementara itu, aparat kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap petugas di Tumbang Kalemei.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement