Estimasi waktu baca: 4 menit

Udara Palangka Raya Masuk Kategori Tidak Sehat

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Sebanyak 239 deteksi titik panas (hotspot) tercatat di Kota Palangka Raya dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga Rabu, 19 Agustus 2026. Bersamaan dengan itu, indeks kualitas udara (AQI) berada di angka 124 atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, sementara jarak pandang di kawasan Bandara Tjilik Riwut hanya sekitar 3 kilometer dalam kondisi berasap.

239 Hotspot Terdeteksi di Palangka Raya

Berdasarkan data pada portal Kualitas Udara & Titik Panas Kota Palangka Raya, deteksi hotspot terakhir tercatat pada 19 Agustus 2026 pukul 02.53 WIB.

Portal mencatat sebanyak 239 deteksi hotspot di wilayah Kota Palangka Raya dengan perkiraan sekitar 100 lokasi.

Deteksi tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu dan Rakumpit.

Wilayah dengan jumlah deteksi hotspot terbanyak adalah Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, dengan 116 deteksi.

Rinciannya terdiri atas:

  • 15 high
  • 99 medium
  • 2 low

Setelah Bukit Tunggal, jumlah deteksi terbanyak tercatat di:

  • Kereng Bengkirai: 35
  • Petuk Katimpun: 31
  • Sabaru: 22
  • Kalampangan: 22
  • Bereng Bengkel: 5
  • Menteng: 4
  • Palangka: 2
  • Marang: 1
  • Petuk Barunai: 1

Kalteng Capai 1.455 Deteksi Hotspot

Pada periode pemantauan yang sama, jumlah deteksi hotspot di seluruh Kalimantan Tengah mencapai 1.455.

Portal memperkirakan deteksi tersebut berada di sekitar 797 lokasi, dengan komposisi:

  • 164 high
  • 1.231 medium
  • 60 low

Berdasarkan atribut wilayah pada data SiPongi, Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan jumlah deteksi tertinggi, yakni 297, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 239 dan Kotawaringin Timur sebanyak 200.

Selanjutnya terdapat Pulang Pisau 156, Katingan 133, Lamandau 127, Seruyan 71, Gunung Mas 67, Sukamara 59 dan Barito Selatan 57.

AQI Palangka Raya Capai 124

Selain tingginya deteksi hotspot, kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian.

Portal mencatat AQI 124 berdasarkan stasiun darat di Palangka Raya pada 19 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.

Angka tersebut masuk kategori:

Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif.

Data tersebut menggunakan indeks AQI skala US EPA. Portal menegaskan angka 124 merupakan sub-indeks polutan dan bukan konsentrasi PM2.5 dalam satuan mikrogram per meter kubik.

Stasiun pengukuran berada sekitar 3,3 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya.

Jarak Pandang Hanya 3 Kilometer

Kondisi udara berasap juga tercermin dari jarak pandang di kawasan Bandara Tjilik Riwut.

Pengamatan Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG pada 19 Agustus 2026 pukul 07.30 WIB menunjukkan jarak pandang sekitar 3 kilometer.

Portal mengategorikan kondisi tersebut sebagai:

Terbatas – Berasap.

Data ini secara khusus menggambarkan kondisi di kawasan Bandara Tjilik Riwut yang berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat kota. Kondisi jarak pandang di lokasi lain di Palangka Raya dapat berbeda.

Hotspot Bukan Berarti Jumlah Kebakaran

Portal memberikan penjelasan penting mengenai angka hotspot tersebut.

Sebanyak 239 hotspot tidak berarti terdapat 239 kejadian kebakaran.

Angka tersebut merupakan jumlah deteksi satelit dalam 24 jam terakhir. Satu titik panas yang sama dapat terdeteksi berulang kali oleh satelit yang berbeda.

Portal juga memperkirakan jumlah lokasi dengan menggabungkan deteksi yang berjarak kurang dari 500 meter.

Karena itu, hotspot merupakan indikator anomali panas yang perlu diverifikasi di lapangan, bukan angka pasti jumlah kebakaran.

Tingkat high, medium dan low juga tidak menunjukkan besar atau parahnya kebakaran. Tingkat tersebut menggambarkan tingkat kepercayaan satelit terhadap deteksi anomali suhu.

Kategori yang digunakan yakni:

  • High: tingkat kepercayaan 80–100
  • Medium: 30–79
  • Low: 0–29

Bukit Tunggal Jadi Konsentrasi Hotspot Tertinggi

Dari data per kelurahan, Bukit Tunggal menjadi titik dengan konsentrasi deteksi hotspot paling tinggi, yakni 116 deteksi.

Selain jumlah hotspot, portal juga menampilkan pemodelan kualitas udara CAMS untuk masing-masing kelurahan.

Namun, angka AQI model tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena resolusi model CAMS sekitar 45 kilometer. Artinya, beberapa kelurahan yang berdekatan dapat memiliki angka model yang sama.

Portal menegaskan data tersebut menggambarkan pola regional, bukan kondisi udara pada tingkat RT atau titik tertentu.

Data Bersumber dari SiPongi

Data hotspot pada portal bersumber dari API aplikasi SiPongi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk wilayah Kalimantan Tengah.

Data merupakan gabungan dari sejumlah satelit, yakni NASA-SNPP, NASA-NOAA20 serta NASA-MODIS/Terra-Aqua.

Sistem tidak melakukan pemantauan secara terus-menerus. Satelit polar melintasi wilayah beberapa kali dalam sehari dan mendeteksi anomali suhu permukaan ketika kondisi memungkinkan.

Data kemudian diproses dan diterbitkan secara near real-time setelah citra satelit tersedia.

Karena itu, kawasan yang tertutup awan atau berada di luar waktu lintasan satelit dapat saja tidak terdeteksi sampai satelit kembali melintas.

Masyarakat Perlu Mewaspadai Kondisi Udara

Kombinasi tingginya deteksi hotspot, kondisi udara dengan AQI 124 dan jarak pandang yang terbatas menjadi indikator bahwa kondisi lingkungan di Palangka Raya masih perlu diwaspadai.

Khususnya bagi kelompok sensitif, perkembangan kualitas udara perlu menjadi perhatian ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa data hotspot tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan bahwa seluruh titik merupakan kebakaran aktif.

Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan keberadaan api dan kondisi sebenarnya di lokasi yang terdeteksi satelit.

Dengan pemantauan yang terus diperbarui, perkembangan hotspot, kualitas udara dan jarak pandang menjadi indikator penting untuk melihat dinamika ancaman karhutla di Palangka Raya pada periode saat ini.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja