Estimasi waktu baca: 4 menit

Status Kualitas Udara Palangka Raya Berbahaya!

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYAKualitas udara di Kota Palangka Raya memburuk pada Rabu (19/8/2026) siang. Indeks Kualitas Udara (AQI) stasiun darat mencapai 355 atau kategori Berbahaya, di tengah tingginya deteksi titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kota.

Data pemantauan kualitas udara dan titik panas Kota Palangka Raya yang diperbarui sekitar pukul 14.23 WIB menunjukkan terdapat 379 deteksi titik panas di wilayah kota, dengan perkiraan sekitar 114 lokasi. Deteksi terakhir tercatat pada pukul 08.02 WIB. 

Advertisement

Kondisi tersebut juga disertai jarak pandang yang semakin terbatas. Pengamatan di Bandara Tjilik Riwut pada pukul 13.00 WIB mencatat jarak pandang sekitar 2,5 kilometer dengan kondisi berasap.

AQI 355, Masuk Kategori Berbahaya

Angka AQI 355 tercatat pada stasiun darat di Palangka Raya sekitar 3,3 kilometer dari pusat kota.

Data pemantauan menunjukkan parameter PM2.5 berada pada indeks 355. Portal tersebut menggunakan skala AQI US EPA, sehingga angka tersebut tidak dapat disamakan secara langsung dengan ISPU Indonesia.

Advertisement

Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas udara berubah cukup tajam dibandingkan pemantauan sebelumnya. Pada pagi hari, AQI masih tercatat 124 atau kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

166 Hotspot Terdeteksi di Bukit Tunggal

Sebaran titik panas paling tinggi berada di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, dengan 166 deteksi dalam periode pemantauan.

Berikut sejumlah wilayah dengan deteksi hotspot tertinggi:

  • Bukit Tunggal: 166 deteksi
  • Petuk Katimpun: 62
  • Kereng Bengkirai: 54
  • Kalampangan: 38
  • Sabaru: 36
  • Bereng Bengkel: 7
  • Menteng: 4
  • Marang: 4
  • Palangka: 4
  • Petuk Barunai: 2
  • Mungku Baru: 1
  • Kameloh Baru: 1

Tingginya konsentrasi di Bukit Tunggal menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan karhutla di wilayah Palangka Raya. Pemerintah Kota sebelumnya juga telah menempatkan Bukit Tunggal sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. 

Kalteng Catat 2.108 Deteksi Titik Panas

Secara keseluruhan, pemantauan menunjukkan 2.108 deteksi titik panas di Kalimantan Tengah, dengan perkiraan sekitar 829 lokasi.

Beberapa wilayah dengan jumlah deteksi tertinggi yakni:

Advertisement
Kabupaten/KotaDeteksi
Kotawaringin Timur416
Kapuas410
Palangka Raya378
Katingan207
Pulang Pisau161
Lamandau137
Seruyan109
Barito Selatan83
Gunung Mas77

Terdapat perbedaan satu deteksi antara angka 379 pada ringkasan Kota Palangka Raya dan 378 pada tabel kabupaten/kota. Perbedaan tersebut berasal dari metode penentuan wilayah yang digunakan sistem, sehingga tidak dapat langsung dianggap sebagai kesalahan data.

Hotspot Bukan Berarti Jumlah Kebakaran

Masyarakat perlu memahami bahwa angka hotspot tidak sama dengan jumlah kejadian kebakaran.

Portal pemantauan menjelaskan bahwa titik panas merupakan koordinat dengan suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Satu lokasi yang sama dapat terdeteksi berulang oleh satelit berbeda.

Karena itu, kumpulan hotspot menunjukkan adanya indikasi anomali panas yang perlu diverifikasi melalui pemantauan dan pengecekan lapangan.

Data hotspot pada portal tersebut bersumber dari API SiPongi Kementerian Kehutanan dan menggabungkan sejumlah satelit, termasuk NASA-SNPP, NASA-NOAA20 serta NASA-MODIS/Terra-Aqua. 

Jarak Pandang Turun Menjadi 2,5 Kilometer

Selain memburuknya AQI, kondisi atmosfer di Palangka Raya juga ditandai dengan berkurangnya jarak pandang.

Advertisement

Pengamatan Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG di Bandara Tjilik Riwut pada pukul 13.00 WIB mencatat jarak pandang sekitar 2,5 kilometer dan dikategorikan terbatas karena asap.

Kondisi jarak pandang tersebut berlaku untuk kawasan sekitar bandara dan tidak otomatis menggambarkan kondisi di setiap bagian Kota Palangka Raya.

Pemerintah Perlu Waspadai Dampak Karhutla

Meningkatnya tekanan asap menjadi tantangan tambahan bagi penanganan karhutla di Kalteng.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalteng melaporkan penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli serta pemantauan darat dan udara. Pada sejumlah wilayah Palangka Raya, Jekan Raya dan Bukit Tunggal termasuk kawasan yang mendapat perhatian dalam penanganan. 

Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap dan mengikuti informasi kualitas udara serta arahan dari pemerintah dan instansi terkait.

Dengan AQI mencapai 355, jarak pandang 2,5 kilometer, dan ratusan deteksi hotspot, penanganan karhutla di Palangka Raya kini tidak hanya berkaitan dengan pencegahan meluasnya api, tetapi juga dampaknya terhadap kualitas udara masyarakat.

Advertisement

Catatan: Data hotspot dalam berita ini merupakan data pemantauan satelit dan bukan jumlah kejadian kebakaran. Data kualitas udara menggunakan AQI US EPA, sedangkan jarak pandang bersumber dari pengamatan meteorologi penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. 

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja