Estimasi waktu baca: 4 menit

Peresmian Pos Pengamanan Polisi di RTH Bundaran Besar berlangsung dalam Huma Betang Night Hari Bhayangkara ke-80.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, meresmikan Pos Pengamanan Polisi di Ruang Terbuka Hijau atau RTH Bundaran Besar Palangka Raya.

Peresmian itu berlangsung dalam kegiatan Huma Betang Night dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu, 4 Juli 2026 malam.

Advertisement

Acara tersebut menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat. Di tengah suasana peringatan Hari Bhayangkara, Gubernur juga mengajak masyarakat mendoakan personel kepolisian yang gugur dan sempat hilang dalam operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan.

Doa untuk Polisi Gugur

Mengawali sambutannya, Agustiar Sabran menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Aipda Anumerta Yudhi Perdana Putra saat menjalankan tugas negara dalam pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan dua anggota kepolisian lainnya yang saat itu masih dalam pencarian.

Advertisement

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Aipda Anumerta Yudhi Perdana Putra saat menjalankan tugas negara memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Katingan. Mari kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan dua anggota kepolisian lainnya yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutur Agustiar.

Pernyataan itu menjadi bagian dari penghormatan pemerintah daerah kepada personel kepolisian yang menjalankan tugas berisiko tinggi di lapangan.

Huma Betang Night Jadi Simbol Kebersamaan

Agustiar menegaskan, Huma Betang Night tidak sekadar menjadi peringatan Hari Bhayangkara.

Advertisement

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan, penghormatan, dan dukungan masyarakat Kalimantan Tengah kepada Polri.

“Huma Betang Night menjadi simbol kebersamaan, penghormatan, dan dukungan masyarakat Kalimantan Tengah kepada Polri. Keamanan dan ketertiban hanya dapat terwujud melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” jelas Gubernur.

Agustiar juga mengajak masyarakat memperkuat komitmen bersama menjaga keamanan, memberantas narkoba, menolak kejahatan, dan memelihara persatuan.

Advertisement

Ia menilai stabilitas keamanan menjadi syarat penting untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Apresiasi untuk Polri

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Kalimantan Tengah, saya mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi seluruh personel Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat Bumi Tambun Bungai,” pungkas Agustiar.

Advertisement

Apresiasi tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tugas kepolisian, terutama dalam pemberantasan narkoba dan penjagaan keamanan daerah.

Kapolda Ingatkan Profesionalisme

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Iwan, tantangan keamanan terus berkembang. Karena itu, Polri harus bergerak dinamis, adaptif, dan responsif terhadap situasi masyarakat.

Advertisement

“Polri dituntut untuk terus bergerak dinamis, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan situasi di tengah masyarakat. Momentum ini menjadi sarana memperkuat sinergi, melakukan evaluasi, dan meningkatkan pelayanan Polri yang presisi kepada masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran harus terus menjaga profesionalisme, integritas, serta memberikan pengabdian terbaik sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Iwan.

Iwan juga menginstruksikan jajaran Polri memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Tingkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Perkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional. Keamanan hanya dapat terwujud melalui kebersamaan dan gotong royong,” tandas Iwan.

Advertisement

Pos Polisi untuk Perkuat Pelayanan

Rangkaian kegiatan Huma Betang Night ditutup dengan peresmian sekaligus penyerahan kunci Pos Pengamanan Polisi di RTH Bundaran Besar oleh Gubernur Kalteng bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Pos Pengamanan Polisi tersebut diharapkan memperkuat pelayanan dan keamanan masyarakat di kawasan pusat Kota Palangka Raya.

Bundaran Besar merupakan salah satu ruang publik utama di ibu kota provinsi. Kawasan ini menjadi titik aktivitas warga, ruang rekreasi, hingga lokasi kegiatan publik berskala besar.

Advertisement

Keberadaan pos pengamanan di titik tersebut dinilai penting untuk mempercepat respons aparat jika terjadi gangguan keamanan atau keadaan darurat.

Sinergi Jadi Kunci

Peresmian pos pengamanan ini menjadi simbol sinergi pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga ruang publik.

Namun, efektivitas pos tersebut akan bergantung pada keberadaan personel, sistem patroli, respons cepat, dan koordinasi lintas instansi di lapangan.

Advertisement

Bagi masyarakat, pos polisi di RTH Bundaran Besar diharapkan tidak hanya menjadi bangunan pengamanan, tetapi benar-benar hadir sebagai pusat layanan cepat saat warga membutuhkan bantuan.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bahwa keamanan daerah tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat. Pemerintah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga perlu bergerak bersama menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dan damai.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement