Estimasi waktu baca: 3 menit

RSUD Murjani Masuk Jejaring Jantung Nasional.

CYRUSTIMES, SAMPIT Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) meresmikan kerja sama Jejaring Pengampuan Kardiovaskular Nasional dan meluncurkan aplikasi SI-PENYANG di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jumat, 26 Juni 2026.

Dua agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah, terutama penanganan penyakit jantung dan sistem rujukan kesehatan ibu serta bayi.

Advertisement

Dalam kerja sama jejaring kardiovaskular tersebut, RSUD dr. Murjani Sampit masuk dalam jejaring layanan yang melibatkan RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta sebagai koordinator nasional dan RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya sebagai pengampu regional.

Program itu ditujukan agar layanan spesialis jantung berstandar nasional dapat lebih dekat dengan masyarakat Kotim. Sebelumnya, pasien dengan kebutuhan penanganan tertentu harus menempuh rujukan ke luar daerah, termasuk Palangka Raya.

Berdasarkan laporan Media Center Kotim, tindakan medis intervensi non-bedah kepada pasien jantung lokal juga mulai dilakukan di RSUD dr. Murjani Sampit bersamaan dengan agenda penandatanganan kerja sama tersebut.

Advertisement

Jarak Rujukan Jadi Tantangan

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita Jakarta, Dr. Haruddin, mengatakan jarak tempuh dari Sampit ke Palangka Raya menjadi salah satu tantangan serius dalam penanganan pasien jantung.

Menurutnya, perjalanan darat selama empat hingga lima jam dapat meningkatkan risiko bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

“Kami menyadari, perjalanan darat 4 hingga 5 jam dari Sampit ke Palangka Raya bagi penderita serangan jantung sangat melelahkan dan berisiko tinggi. Melalui jejaring ini, kami mentransfer ilmu dan keterampilan agar RSUD dr. Murjani mampu memberikan penanganan mandiri dengan standar nasional,” kata Haruddin.

Advertisement

Masuknya RSUD dr. Murjani ke jejaring tersebut menjadi langkah awal untuk memperpendek rantai layanan. Namun, efektivitas program tetap bergantung pada kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat, sistem rujukan, pembiayaan layanan, dan konsistensi pendampingan dari rumah sakit pengampu.

Aplikasi SI-PENYANG Diluncurkan

Selain jejaring jantung nasional, Pemkab Kotim juga meluncurkan aplikasi SI-PENYANG atau Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi.

Aplikasi ini disebut sebagai sistem rujukan digital untuk memperkuat koordinasi layanan kesehatan ibu dan bayi, mulai dari tingkat bidan desa hingga rumah sakit.

Advertisement

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan kerja sama jejaring jantung dan aplikasi SI-PENYANG merupakan bagian dari upaya memperkuat pemerataan layanan kesehatan di daerah.

“Peningkatan pelayanan kesehatan kelas tertinggi adalah prioritas mutlak kami. Lewat kerja sama jejaring jantung nasional ini, warga Kotim tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah. Di sisi lain, aplikasi SI-PENYANG juga hadir menyatukan alur rujukan dan koordinasi secara real-time dari tingkat bidan desa hingga rumah sakit guna menekan angka kematian ibu dan bayi,” jelas Halikinnor.

Dalam laporan yang sama, RSUD dr. Murjani Sampit disebut difungsikan sebagai Command Center KIA digital. Sistem itu dirancang untuk dapat diintegrasikan dengan teknologi seperti kecerdasan buatan, telemedicine, dan aplikasi SATUSEHAT Kementerian Kesehatan RI.

Advertisement

Perlu Dibuktikan di Lapangan

Meski program tersebut membawa harapan baru bagi layanan kesehatan di Kotim, tantangan implementasi tidak sederhana.

Layanan jantung membutuhkan respons cepat, tenaga spesialis, peralatan memadai, obat-obatan, serta standar tindakan yang konsisten. Sementara sistem rujukan ibu dan bayi memerlukan kedisiplinan pencatatan data, kesiapan fasilitas kesehatan di tingkat bawah, dan koordinasi lintas tenaga kesehatan.

Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari seremoni penandatanganan kerja sama atau peluncuran aplikasi. Program harus diuji dari seberapa cepat masyarakat mendapat layanan, berapa banyak kasus yang bisa ditangani di Sampit, dan apakah risiko keterlambatan rujukan benar-benar berkurang.

Advertisement

Bagi masyarakat, ukuran terpenting bukan sekadar adanya sistem baru, tetapi kepastian bahwa layanan dapat diakses saat dibutuhkan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
Advertisement