Estimasi waktu baca: 3 menit

Kemenkes Targetkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien

CYRUSTIMES, JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia dengan menargetkan pelacakan 100 persen kontak erat pasien TB sebagai strategi utama memutus rantai penularan. Langkah ini menjadi bagian dari target nasional untuk mengeliminasi TB pada tahun 2030.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus tuberkulosis tertinggi di dunia. Karena itu, deteksi dini melalui pelacakan kontak erat dinilai menjadi kunci untuk menemukan kasus baru lebih cepat sekaligus memastikan pasien memperoleh pengobatan hingga tuntas.

Advertisement

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan didorong untuk aktif melakukan investigasi terhadap anggota keluarga maupun orang-orang yang tinggal atau berinteraksi dekat dengan pasien TB.

“Setiap pasien TB harus diikuti dengan pemeriksaan seluruh kontak eratnya agar penularan dapat diputus sedini mungkin,” ujar Budi dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan.

Kontak Erat Berisiko Tinggi Tertular

Menurut Kemenkes, orang yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dengan penderita TB memiliki risiko lebih tinggi tertular bakteri Mycobacterium tuberculosis. Karena itu, pelacakan kontak erat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, skrining gejala, hingga pemeriksaan penunjang apabila diperlukan.

Advertisement

Selain menemukan kasus baru, langkah tersebut juga bertujuan memberikan terapi pencegahan bagi individu yang belum menunjukkan gejala namun memiliki risiko tinggi mengalami penyakit TB di kemudian hari.

Pengobatan Harus Tuntas

Kemenkes mengingatkan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai.

Sebaliknya, penghentian pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan munculnya TB resistan obat (TB-RO) yang membutuhkan terapi lebih lama, lebih mahal, dan tingkat keberhasilannya lebih rendah.

Pemerintah juga terus memperkuat layanan diagnosis menggunakan teknologi pemeriksaan molekuler cepat di berbagai daerah agar kasus TB dapat terdeteksi lebih dini.

Kolaborasi Daerah Diperkuat

Untuk mencapai target eliminasi pada 2030, Kemenkes memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan swasta, organisasi profesi, serta kader kesehatan di tingkat masyarakat.

Pelibatan pemerintah daerah dinilai penting karena keberhasilan pengendalian TB sangat bergantung pada kemampuan menemukan kasus secara aktif, memastikan kepatuhan pengobatan, serta melakukan edukasi kepada masyarakat.

Advertisement

Masyarakat Diminta Tidak Takut Periksa

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat yang mengalami batuk selama lebih dari dua minggu, disertai penurunan berat badan, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, atau memiliki riwayat kontak dengan pasien TB agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pemeriksaan dan pengobatan TB tersedia melalui program pemerintah sehingga masyarakat diharapkan tidak menunda pemeriksaan.

Dengan strategi pelacakan 100 persen kontak erat, deteksi dini yang lebih masif, serta pengobatan yang tuntas, pemerintah optimistis target eliminasi tuberkulosis pada 2030 dapat tercapai sekaligus menekan angka penularan di Indonesia.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja