Estimasi waktu baca: 3 menit

Masalah Kesehatan Pelajar di Indonesia

CYRUSTIMES, JAKARTAKaries gigi atau gigi berlubang masih menjadi masalah kesehatan yang paling banyak dialami pelajar Indonesia. Temuan tersebut terungkap dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selama semester pertama 2026 yang memetakan kondisi kesehatan berdasarkan kelompok usia.

Berdasarkan hasil skrining terhadap anak usia sekolah dan remaja, lebih dari 40 persen peserta yang diperiksa mengalami karies gigi. Selain itu, Kemenkes juga menemukan 27 persen pelajar mengalami anemia, 21 persen mengalami peningkatan tekanan darah, serta sekitar 7 persen mengalami gizi lebih atau obesitas.

Advertisement

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran sesuai kelompok usia.

“Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif,” ujar Menkes dalam keterangan resminya.

Masalah Kesehatan Berbeda di Tiap Jenjang

Kemenkes mencatat, pada kelompok Sekolah Dasar (SD), masalah yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi. Temuan lainnya meliputi peningkatan tekanan darah, gangguan status gizi, serta gangguan pendengaran dan penglihatan.

Advertisement

Memasuki jenjang SMP, karies gigi masih menjadi masalah utama. Namun mulai muncul persoalan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, disertai meningkatnya risiko tuberkulosis (TB), tekanan darah tinggi, dan gangguan gizi.

Sementara pada kelompok SMA, pola tersebut semakin menguat. Selain karies gigi, ditemukan peningkatan kasus hipertensi dini, gangguan kesehatan mental, risiko TB, hingga persoalan gizi yang menunjukkan keseimbangan antara gizi kurang dan obesitas.

Indonesia Hadapi Beban Ganda Masalah Gizi

Salah satu temuan penting dalam CKG adalah munculnya fenomena double burden of malnutrition atau beban ganda masalah gizi.

Kemenkes menyebut persoalan gizi di Indonesia kini tidak lagi didominasi kekurangan gizi. Jumlah anak yang mengalami gizi lebih atau obesitas semakin mendekati jumlah anak dengan gizi kurang. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan baru dalam pembangunan kesehatan nasional.

CKG Berlanjut ke Tahap Pengobatan

Selain melakukan deteksi dini, Program Cek Kesehatan Gratis kini memasuki tahap penanganan penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus.

Hasil sementara menunjukkan 35,4 persen pasien hipertensi yang terdiagnosis pada CKG 2025 telah kembali menjalani pemeriksaan pada 2026. Dari jumlah tersebut, 46,9 persen berhasil mengendalikan tekanan darahnya.

Advertisement

Sementara itu, 33,1 persen pasien diabetes telah kembali melakukan pemeriksaan, dan 69,4 persen di antaranya berhasil mengendalikan kadar gula darah. Pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen penderita menjalani pengobatan rutin agar risiko penyakit jantung dan stroke dapat ditekan.

Kementerian Kesehatan berharap hasil pemetaan kesehatan ini menjadi dasar bagi sekolah, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif, terutama dalam menjaga kesehatan gigi, memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, serta memperkuat edukasi kesehatan sejak usia dini.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja