Estimasi waktu baca: 2 menit

AI Jadi Arena Persaingan Global

CYRUSTIMES, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menegaskan akan tetap mengambil posisi netral di tengah persaingan global pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) antara Amerika Serikat dan China. Sikap tersebut dipilih agar Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dari berbagai negara tanpa terjebak dalam rivalitas geopolitik.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Shanghai, China. Menurutnya, AI merupakan produk teknologi yang bersifat netral dan tidak semestinya dipolitisasi.

Advertisement

“Dalam masalah digital termasuk AI, hal itu adalah produk teknologi dan merupakan alat yang sifatnya netral atau non-politik,” ujar Airlangga.

Indonesia Terbuka untuk Semua Mitra Teknologi

Pemerintah menegaskan Indonesia tetap membuka kerja sama dengan berbagai negara dalam pengembangan teknologi digital, termasuk AI. Pendekatan tersebut dinilai penting agar Indonesia memperoleh manfaat dari inovasi global sekaligus mempercepat transformasi digital nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria sebelumnya juga menyampaikan bahwa Indonesia memilih “jalan tengah” dalam persaingan teknologi dunia. Pemerintah ingin membangun ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi.

Advertisement

Menurut Nezar, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global, tetapi juga membangun kapasitas nasional melalui riset, pengembangan talenta digital, dan inovasi dalam negeri.

AI Harus Berpihak kepada Masyarakat

Selain mendorong inovasi, pemerintah menekankan bahwa pengembangan AI harus tetap memperhatikan kepentingan publik, perlindungan data pribadi, etika digital, dan nilai-nilai demokrasi.

Nezar menegaskan AI tidak boleh semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, melainkan harus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Tujuan kami adalah membangun ekosistem AI yang mendorong inovasi sekaligus melindungi nilai-nilai sosial masyarakat dan prinsip demokrasi,” kata Nezar.

Pemerintah juga terus memperkuat literasi AI agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif tanpa mengabaikan aspek keamanan, privasi, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.

Persaingan AI Global Kian Ketat

Persaingan AI antara Amerika Serikat dan China semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara berlomba mengembangkan model AI, pusat data, semikonduktor, hingga regulasi yang mendukung industri teknologi mereka.

Advertisement

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia memilih mempertahankan hubungan baik dengan seluruh mitra internasional dan menghindari keberpihakan terhadap salah satu blok teknologi. Pendekatan ini diharapkan memberi ruang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi terbaik sekaligus menjaga kepentingan nasional.

Pemerintah optimistis strategi netral tersebut akan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia, memperkuat daya saing ekonomi nasional, serta membuka peluang investasi di sektor kecerdasan buatan, komputasi awan, pusat data, dan pengembangan talenta digital.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja