Estimasi waktu baca: 2 menit

Kelurahan Siaga TBC dibentuk untuk memperkuat penemuan kasus, pendampingan pasien, dan edukasi warga agar rantai penularan dapat diputus.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Tuberkulosis atau TBC masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Palangka Raya. Penyakit menular ini tidak boleh dianggap sebagai persoalan lama yang selesai dengan sendirinya.

Pemerintah Kota Palangka Raya membentuk Kelurahan Siaga TBC sebagai langkah memperkuat penemuan kasus, pendampingan pasien, dan edukasi masyarakat. Program tahap awal diterapkan di Kelurahan Palangka, Pahandut, Bukit Tunggal, dan Menteng.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pembentukan Kelurahan Siaga TBC menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Indonesia.

“Pada tahap awal, program ini dilaksanakan di empat kelurahan. Karena itu, kami mengumpulkan seluruh pihak terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan program yang telah disusun,” ujar Zaini.

Menurut Zaini, Kelurahan Siaga TBC memiliki tiga tugas utama. Pertama, melakukan penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat. Kedua, mendampingi pasien selama menjalani pengobatan. Ketiga, memberikan edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.

Ia menegaskan, semakin banyak kasus yang ditemukan justru dapat menjadi hal positif karena pasien bisa segera memperoleh penanganan.

“Semakin banyak kasus ditemukan, semakin baik. Sebab, jika tidak ditemukan maka tidak bisa diobati dan berpotensi terus menularkan kepada orang lain,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 2025 tercatat 1.101 kasus TBC ditemukan di Kota Palangka Raya. Angka itu tidak selalu mencerminkan kondisi yang memburuk, tetapi juga menunjukkan deteksi dini yang semakin optimal.

TBC dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Tantangan terbesar sering muncul pada masa pengobatan yang panjang sehingga pasien membutuhkan dukungan keluarga dan pendampingan kader.

“Apabila pengobatan dijalankan secara teratur selama enam bulan sesuai anjuran, pasien dapat sembuh. Karena itu, pendampingan selama masa pengobatan menjadi sangat penting,” ujar Zaini.

Warga perlu mewaspadai gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, keringat malam, berat badan turun, dan mudah lelah. Jika gejala muncul, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu dilakukan lebih cepat.

Kelurahan Siaga TBC seharusnya menjadi gerakan bersama. Pemerintah, kader kesehatan, keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu memastikan pasien tidak dikucilkan, tetapi didampingi sampai sembuh.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.