Estimasi waktu baca: 5 menit

Klinik Ameera Menolak Lepas Banner

CYRUSTIMES, BANYUMAS Seorang wanita asal Purwokerto berinisial DV merasa dirugikan setelah wajahnya diduga dipajang selama bertahun-tahun untuk banner promosi klinik Kecantikan Almeera di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (06/07/2026).

DV menyebut kerja sama itu bermula pada Juni 2024. Saat itu, ia mendapat tawaran menjadi model untuk kebutuhan foto produk. Ia menerima tawaran tersebut karena mengira foto hanya digunakan untuk promosi produk dan unggahan media sosial.

Advertisement

Namun, DV belakangan mengetahui wajahnya justru dipakai dalam bentuk banner promosi klinik. Banner itu disebut masih terpasang hingga 2026.

“Awalnya saya pikir cuma untuk foto produk dan post Instagram. Tapi ternyata dibuat banner dan masih dipajang sampai sekarang,” kata DV kepada redaksi Cyrustimes.

Tanpa Kontrak Tertulis yang Jelas

DV mengaku kerja sama tersebut tidak disertai kontrak tertulis yang menjelaskan durasi penggunaan foto, bentuk promosi, batas pemakaian, maupun hak komersial atas wajahnya.

Advertisement

Ia menyebut hanya menerima bayaran di awal. Menurut DV, nominal itu ia terima karena saat itu menganggap kerja sama tersebut sebatas membantu promosi produk.

“Waktu itu saya anggap ya sudah, hitung-hitung bantu usaha orang. Tapi ternyata dipakai untuk banner dari 2024 sampai sekarang,” ujarnya.

DV juga mengaku sempat mendapat penawaran free treatment. Namun setelah sesi foto selesai, pihak klinik disebut tidak pernah kembali menghubungi dirinya.

Advertisement

Menurut DV, saat itu pihak klinik beralasan dokter sedang ke luar kota dan akan menghubunginya kembali. Namun hingga tahun 2024 berakhir, komunikasi terkait free treatment maupun kejelasan penggunaan foto tidak pernah berlanjut.

Kaget Wajah Dipasang di Banner

DV mengatakan awalnya sempat kaget saat mengetahui wajahnya terpasang dalam banner promosi klinik. Namun, ia memilih diam karena mengira penggunaan itu tidak akan berlangsung lama.

Seiring waktu, DV mulai merasa tidak nyaman. Ia mengaku sering mendapat pertanyaan dari teman-temannya karena foto dirinya masih terpampang di klinik tersebut.

Advertisement

“Dari 2024, 2025, sampai 2026 masih terpasang. Teman-teman sering tanya kenapa foto saya masih ada di sana. Lama-lama saya capek juga menjawabnya,” kata DV.

DV menilai situasi itu tidak adil. Apalagi, menurutnya, tidak pernah ada pembaruan kontrak, penjelasan ulang, atau komunikasi resmi dari pihak klinik terkait penggunaan wajahnya dalam jangka panjang.

Klinik Sebut Foto Sudah Jadi Hak Mereka

DV kemudian menghubungi pihak yang dulu menjembatani kerja sama tersebut. Namun, orang itu disebut sudah tidak lagi bekerja di klinik Almeera.

Advertisement

Setelah keberatan itu disampaikan, pihak klinik disebut berdalih bahwa foto tersebut sudah menjadi hak milik klinik karena DV telah menerima bayaran di awal.

Pihak klinik juga disebut mempertanyakan alasan DV baru mempersoalkan penggunaan banner tersebut setelah beberapa tahun.

Menurut DV, alasan itu tidak bisa serta-merta membenarkan penggunaan wajah seseorang untuk kepentingan komersial dalam waktu lama tanpa kesepakatan jelas.

Advertisement

“Kalau pihak klinik bilang sudah jadi hak mereka karena sudah bayar di awal, saya tidak sepakat. Itu tetap wajah saya. Apalagi dipakai untuk promosi bertahun-tahun,” ujarnya.

DV Soroti Etika Perusahaan

DV menegaskan persoalan ini bukan semata-mata soal uang. Ia lebih menyoroti etika dan profesionalitas klinik dalam menjalin kerja sama dengan model.

Menurutnya, perusahaan seharusnya menjelaskan sejak awal untuk apa foto digunakan, berapa lama durasi pemakaian, bentuk promosi yang dibuat, serta kompensasi yang diberikan.

Advertisement

“Ini bukan cuma soal bayaran atau free treatment. Ini soal profesionalitas. Kalau dipakai bertahun-tahun harus ada kejelasan,” katanya.

DV menyayangkan sikap pihak klinik yang menurutnya justru menekankan tidak adanya kontrak tertulis. Bagi DV, tidak adanya kontrak justru menunjukkan lemahnya tata kelola kerja sama sejak awal.

“Memang tidak ada kontrak karena dari awal tidak dibicarakan secara profesional. Tapi bukan berarti wajah saya bisa dipajang selama itu tanpa batas,” ujarnya.

Advertisement

Minta Banner Segera Dilepas

DV meminta pihak klinik segera melepas banner yang memuat wajahnya. Ia juga berharap klinik memberi penjelasan terbuka dan menunjukkan itikad baik.

Menurut DV, penggunaan wajah untuk promosi komersial tidak bisa dianggap sederhana. Terlebih, banner tersebut dipasang dalam waktu lama dan berkaitan langsung dengan citra personal seseorang.

DV mengaku tidak ingin memperpanjang polemik apabila pihak klinik bersedia menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik.

Advertisement

“Saya cuma minta ada kejelasan. Kalau memang sudah lama dipakai, setidaknya ada sikap profesional dan etika,” katanya.

Berencana Melapor ke Ombudsman

DV menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan apabila pihak klinik Almeera tidak menunjukkan itikad baik. Ia berencana membawa persoalan tersebut ke Ombudsman atau pihak terkait.

Menurut DV, langkah itu ia siapkan agar kasus serupa tidak kembali dialami model, talent, maupun pihak lain yang bekerja sama tanpa perlindungan kontrak tertulis.

“Kalau tidak ada itikad baik, saya berencana melaporkan persoalan ini ke Ombudsman atau pihak terkait. Saya hanya ingin ada kejelasan dan sikap profesional,” kata DV.

DV berharap pelaku usaha, khususnya klinik kecantikan, lebih tertib dalam membuat perjanjian kerja sama. Ia menilai penggunaan wajah seseorang untuk promosi harus memiliki batasan dan dasar kesepakatan yang jelas.

Singgung Cerita Eks Karyawan

Selain persoalan banner, DV juga menyebut mendapat cerita dari seseorang yang pernah bekerja di klinik tersebut. Orang itu disebut pernah mengaku mengalami persoalan terkait penahanan ijazah saat masih bekerja.

Namun, DV mengaku tidak mengetahui kondisi terbaru di internal klinik Almeera. Ia hanya menyampaikan informasi itu sebagai gambaran bahwa dirinya semakin mempertanyakan profesionalitas manajemen klinik tersebut.

DV menegaskan fokus utamanya tetap pada penggunaan wajahnya dalam banner promosi yang masih terpasang sejak 2024 hingga 2026.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih membuka ruang hak jawab bagi pihak Klinik Almeera terkait keluhan dan rencana langkah lanjutan yang disampaikan DV.

Catatan: Redaksi cyrustimes membuka ruang hak jawab kepada Klinik Almeera terkait pemberitaan ini.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement