Estimasi waktu baca: 4 menit

DPRD Kalteng Minta BPJN Tak Berhenti pada Penanganan Darurat

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Ambruknya box culvert di ruas Jalan Trans Kalimantan Kasongan–Kereng Pangi KM 10, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memantik sorotan terhadap kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN Kalteng.

Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, menilai BPJN harus segera mengambil langkah teknis agar kerusakan jalan nasional tersebut tidak mengganggu fungsi jalur utama masyarakat.

Advertisement

“Harapan kita balai jalan yang ada di Kalteng ini segera menangani secara teknis, supaya jalan itu jangan sampai tidak fungsional,” kata Lohing, Senin (6/7/2026).

Menurut Lohing, ruas Kasongan–Kereng Pangi merupakan salah satu jalur strategis. Jalan itu menjadi akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi barang di wilayah Kalteng.

Ia menegaskan, tidak boleh ada pembiaran terhadap kerusakan jalan nasional yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.

Advertisement

“Tidak ada waktu lagi sampai itu ada pembiaran. Jadi harapan kita balai jalan yang ada di Kalteng ini segera menangani itu,” ujarnya.

Tak Cukup Penanganan Darurat

Lohing menyebut penanganan box culvert ambruk tidak cukup hanya dilakukan secara darurat. Pemerintah melalui BPJN perlu menyiapkan langkah permanen agar kejadian serupa tidak kembali terulang di titik yang sama maupun titik lain.

Ia juga menyoroti banyaknya ruas jalan nasional di Kalteng yang mengalami kerusakan. Kondisi itu, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari panjangnya wilayah Kalteng dan keterbatasan anggaran penanganan jalan.

Advertisement

“Nah itulah sebabnya kenapa kita bilang bukan terbengkalai. Artinya ketidakmampuan anggaran terbatas untuk menangani ruas jalan Kalteng ini yang sangat panjang. Kalteng ini kan provinsi terbesar,” kata Lohing.

Meski begitu, Lohing menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan jalan strategis berada dalam kondisi rawan.

Komisi IV DPRD Kalteng, lanjut dia, akan tetap mengawasi pembangunan infrastruktur di Bumi Tambun Bungai, termasuk ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BPJN.

Advertisement

“Kami pun sudah menghubungi balai. Apapun pembangunan yang ada di Kalteng ini, wajib kita mengawasi ataupun melihat. Supaya kita bisa memberikan masukan,” tegasnya.

Video Kerusakan Beredar Luas

Sebelumnya, video yang memperlihatkan kerusakan pada box culvert di ruas Jalan Kasongan–Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, beredar luas melalui media sosial dan aplikasi perpesanan pada Minggu (5/7/2026).

Dalam video itu, badan jalan tampak retak memanjang dan ambles di bagian box culvert. Sejumlah kendaraan dari dua arah terlihat berhenti di sekitar lokasi. Beberapa warga juga turun untuk melihat kondisi kerusakan dari dekat.

Advertisement

Informasi dalam video menyebut kerusakan berada di ruas Kasongan–Kereng Pangi sekitar Kilometer 10. Pesan yang beredar juga menyebut akses jalan sempat tidak dapat dilalui sehingga masyarakat diminta menunda perjalanan sampai kondisi aman.

Kerusakan tersebut membuat arus lalu lintas terganggu. Kendaraan dari dua arah sempat tertahan sebelum penanganan darurat dilakukan.

BPJN Buka Jalur Bergantian

Kepala BPJN Kalimantan Tengah, Robert Himawan Hamiseno, sebelumnya menyampaikan bahwa penanganan darurat telah dilakukan untuk memulihkan akses lalu lintas secepat mungkin.

Advertisement

“Penanganan darurat dilakukan dengan penimbunan menggunakan material agregat agar ruas jalan dapat segera dilalui kendaraan. Selanjutnya, penanganan sementara dan permanen akan segera dilaksanakan. Saat ini, ruas jalan telah dibuka kembali dengan pemberlakuan sistem lalu lintas bergantian,” jelas Robert, Minggu (5/7/2026) malam.

Menurut Robert, selama proses penanganan lanjutan berlangsung, kendaraan dari dua arah diberlakukan sistem lalu lintas bergantian.

Ia meminta pengguna jalan mematuhi arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap aman selama proses penanganan dilakukan.

Advertisement

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengikuti arahan petugas dan mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan hingga penanganan selesai dilaksanakan,” tandasnya.

Titik Lain Dipertanyakan

Ambruknya box culvert di jalur Trans Kalimantan itu kini memunculkan pertanyaan baru. Publik tidak hanya menunggu perbaikan di titik yang rusak, tetapi juga kepastian keamanan struktur serupa di ruas lain.

Sebab, jalan nasional tersebut setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan logistik, kendaraan berat, dan masyarakat dari berbagai daerah.

Advertisement

Pemeriksaan menyeluruh terhadap box culvert, gorong-gorong, drainase, serta struktur bawah jalan dinilai penting. Langkah itu diperlukan agar potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal sebelum kembali mengganggu akses utama warga.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement
Advertisement