Estimasi waktu baca: 3 menit

Polres Katingan masih mendalami peran tiga terduga pelaku dalam insiden penyerangan saat operasi penggerebekan narkoba di Tumbang Kalemei.

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYAPolres Katingan menangkap tiga orang terduga pelaku terkait penyerangan terhadap personel kepolisian saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Ketiga terduga pelaku tersebut masing-masing berinisial R, S, dan N. Mereka diamankan dalam rangkaian pengembangan kasus yang menewaskan Aipda Yudhi Perdana Putra dan menyebabkan dua personel lainnya sempat hilang di aliran Sungai Katingan.

Advertisement

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, membenarkan tiga terduga pelaku sudah diamankan.

“Ada 3 terduga pelaku yang sudah kita amankan,” kata Dodik saat dikonfirmasi, Senin, 6 Juli 2026.

Peran Masih Didalami

Meski tiga terduga pelaku sudah ditangkap, Dodik belum menjelaskan secara rinci peran masing-masing orang dalam insiden tersebut.

Advertisement

Penyidik masih melakukan pengembangan perkara untuk memastikan keterlibatan setiap terduga pelaku. Pendalaman juga dilakukan agar proses pengungkapan tidak terganggu.

“Masih dalam proses pengembangan dan pendalaman,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ketiganya berkaitan langsung dengan pembacokan terhadap Aipda Yudhi Perdana Putra atau penyerangan terhadap anggota polisi lainnya, Dodik belum membeberkan detail.

Advertisement

“Peran nanti kita update lagi agar tidak mengganggu proses,” katanya.

Operasi Berujung Ricuh

Insiden ini bermula dari operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis, 2 Juli 2026 dini hari.

Operasi yang menyasar dugaan jaringan peredaran sabu itu berakhir ricuh setelah petugas mendapat perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi.

Advertisement

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur setelah mengalami luka bacok di bagian kepala.

Dua personel lain, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dilaporkan hilang setelah berupaya menyelamatkan diri dengan menyeberangi Sungai Katingan.

Dua Personel Hilang Telah Ditemukan

Bripda Nopandri Ramadhana kemudian ditemukan di wilayah Daerah Aliran Sungai Katingan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Advertisement

Sementara Aiptu Sumariyanto menjadi personel terakhir yang ditemukan di wilayah DAS Katingan pada Minggu, 5 Juli 2026.

Dengan penemuan keduanya, seluruh anggota kepolisian yang sempat hilang dalam operasi di Tumbang Kalemei telah ditemukan.

Namun, duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah.

Advertisement

Terduga Pelaku Lain Masih Diburu

Dalam pengembangan kasus, salah satu terduga pelaku sebelumnya diamankan di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.

Penangkapan itu dilakukan setelah terduga pelaku menjadi target pengejaran aparat pascainsiden penyerangan terhadap personel kepolisian.

Saat ini, para terduga pelaku yang telah diamankan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Advertisement

Aparat gabungan juga masih memburu sejumlah orang lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

“Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan,” tegas Dodik.

Pengungkapan Harus Tuntas

Kasus Tumbang Kalemei kini menjadi perhatian luas di Kalimantan Tengah.

Advertisement

Peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyerangan terhadap aparat, tetapi juga mengarah pada pengungkapan jaringan peredaran narkotika yang menjadi target operasi.

Penyidik masih menelusuri peran para terduga pelaku, pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan, serta hubungan mereka dengan jaringan narkoba di wilayah tersebut.

Pengungkapan kasus ini menjadi penting untuk memberi kepastian hukum kepada keluarga korban, jajaran kepolisian, dan masyarakat.

Advertisement

Polisi masih bekerja mengembangkan perkara agar seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan terhadap personel kepolisian dapat diproses sesuai hukum.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement