Estimasi waktu baca: 4 menit

Warga Bukit Buluh Mengeluh Anak-anak Kesulitan Pergi ke Sekolah

CYRUSTIMES, SERUYAN TENGAH Sejumlah tokoh masyarakat Desa Bukit Buluh Kabupaten Seruyan mengeluhkan adanya tumpukan tanah akses jalan menuju sekolah yang diduga perbuatan oknum dari pihak PT BJAP 3. Jalan tersebut selama ini digunakan warga untuk mengantar anak-anak bersekolah di wilayah sitaan negara Blok M 25.

Keluhan itu disampaikan setelah sejumlah tokoh masyarakat, yakni Sinar, Nonong Haryadi, Endek Afan, dan beberapa warga lainnya mendatangi perwakilan PT Agrinas, Minggu (05/07/2026).

Advertisement

Kedatangan mereka bertujuan meminta bantuan alat berat berupa excavator. Alat itu diharapkan dapat digunakan untuk menimbun kembali badan jalan yang diduga telah digali oleh oknum dari pihak PT BJAP 3.

PT Agrinas diketahui mengelola sebagian kawasan sitaan negara dari eks PT BJAP. Sementara wilayah Blok M 25 disebut warga masih dikelola oleh PT BJAP 3.

Jalan Jadi Akses Anak Sekolah

Advertisement

Sinar menjelaskan, jalan yang diduga digali tersebut selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar. Jalan itu digunakan sebagian warga untuk mengantar anak-anak mereka pergi ke sekolah.

Menurutnya, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga. Kondisi itu juga berdampak langsung terhadap akses pendidikan anak-anak di sekitar Desa Bukit Buluh.

“Jalan itu selama ini dipakai masyarakat untuk mengantar anak-anak sekolah. Kalau akses itu terganggu, anak-anak yang paling terdampak,” ujar Sinar.

Advertisement

Sinar menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Sebab, jalan tersebut menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan anak-anak yang membutuhkan akses aman menuju sekolah.

Ia berharap pihak terkait dapat segera membantu memulihkan kembali badan jalan agar aktivitas pendidikan tidak terus terganggu.

Minta Bantuan Excavator ke PT Agrinas

Advertisement

Sinar bersama tokoh masyarakat lainnya kemudian mendatangi perwakilan PT Agrinas. Mereka memohon bantuan alat berat berupa excavator untuk menimbun kembali jalan yang rusak.

Menurut warga, langkah itu dilakukan karena mereka ingin akses jalan kembali bisa dilalui. Mereka tidak ingin anak-anak sekolah menjadi korban dari persoalan yang terjadi di kawasan tersebut.

Warga berharap PT Agrinas dapat membantu proses pemulihan akses jalan, mengingat perusahaan itu saat ini mengelola sebagian kawasan sitaan negara dari eks PT BJAP.

Advertisement

Bagi warga, pemulihan jalan tersebut menjadi kebutuhan mendesak. Jalan itu bukan hanya jalur penghubung, tetapi juga akses pendidikan yang selama ini digunakan masyarakat.

Warga Soroti Kawasan Sitaan Negara

Selain mengeluhkan akses jalan, Sinar dan rekan-rekannya juga menyoroti persoalan kawasan sitaan negara seluas 14.750,2 hektare.

Advertisement

Mereka menyampaikan, sebagian masyarakat akhirnya ikut melakukan tindakan serupa dengan PT BJAP di wilayah yang disebut telah disita negara melalui Perpres Nomor 5 Tahun 2025.

Sinar menilai kondisi itu terjadi karena belum adanya kepastian hukum yang benar-benar jelas dan menyeluruh di lapangan. Akibatnya, masyarakat berpotensi ikut terseret dalam persoalan yang seharusnya dapat dicegah sejak awal.

Ia meminta seluruh unsur yang memiliki kewenangan dalam persoalan tersebut segera memberi kepastian hukum atas wilayah sitaan negara itu.

Advertisement

Menurutnya, kepastian hukum penting agar masyarakat tidak salah langkah dan tidak ikut melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan baru.

Minta Penyelesaian Menyeluruh

Sinar dan rekan-rekannya berharap penyelesaian atas kawasan sitaan negara tersebut dilakukan secara menyeluruh sesuai aturan negara.

Advertisement

Mereka juga berharap keputusan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat benar-benar dijalankan hingga ke tingkat lapangan.

Sinar menegaskan, masyarakat membutuhkan kejelasan. Tanpa kepastian hukum, konflik pengelolaan kawasan dikhawatirkan terus berdampak kepada warga sekitar.

“Kami berharap semua unsur yang memiliki kewenangan bisa memberi kepastian hukum secara menyeluruh,” katanya.

Advertisement

Jangan Korbankan Pendidikan Anak

Sinar juga meminta pihak-pihak yang bermasalah tidak hanya mementingkan kepentingan masing-masing. Ia menilai tindakan di lapangan harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, konflik atau persoalan pengelolaan kawasan jangan sampai menghambat anak-anak sekitar dalam menimba ilmu.

“Jangan sampai persoalan ini menghambat anak bangsa untuk menimba ilmu pendidikan,” ujarnya.

Warga berharap akses jalan tersebut segera dipulihkan. Mereka meminta agar kepentingan pendidikan anak-anak tetap menjadi perhatian utama di tengah persoalan kawasan sitaan negara tersebut.

Hingga kini, warga masih menunggu respons dan tindak lanjut dari pihak terkait. Mereka berharap bantuan alat berat dapat segera diberikan agar jalan kembali bisa digunakan masyarakat.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement