Kepuasan Ekonomi menjadi yang terendah dalam survei Poltracking, dengan harga kebutuhan pokok paling banyak dikeluhkan publik

CYRUSTIMES, JAKARTA – Bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan publik paling rendah dalam survei nasional Poltracking Indonesia terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Kamis (04/06/2026). Kepuasan publik pada bidang ekonomi tercatat sebesar 59,2 persen.

Angka tersebut berada di bawah sejumlah bidang lain yang diukur dalam survei. Bidang kesehatan mencatat kepuasan 75,4 persen, pertahanan dan keamanan 74,5 persen, serta pendidikan 72,5 persen.

Sementara itu, sosial budaya berada di angka 70,3 persen. Politik dan stabilitas nasional tercatat 69,1 persen, sedangkan hukum dan pemberantasan korupsi 64,5 persen.

Survei Poltracking dilakukan pada 11–17 Mei 2026 secara tatap muka. Sampel survei berjumlah 1.220 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei itu, publik juga ditanya mengenai persoalan paling pokok yang dihadapi masyarakat. Sebanyak 37,5 persen responden menyebut harga kebutuhan pokok yang mahal sebagai masalah utama.

Masalah lain yang dirasakan publik adalah sulitnya mencari lapangan kerja. Persoalan ini disebut oleh 9,2 persen responden.

Selain itu, 7,8 persen responden menilai biaya berobat atau kesehatan yang mahal sebagai persoalan utama. Temuan ini menunjukkan isu ekonomi dan kebutuhan dasar masih menjadi perhatian besar masyarakat.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi menyebut survei tersebut dilakukan untuk mengukur kinerja pemerintah dan program prioritas Prabowo-Gibran di tengah kondisi geopolitik saat ini.

“Maksud dan tujuan dari survei ini secara umum untuk mengukur kinerja Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di tengah kondisi geopolitik saat ini, serta berbagai kebijakan yang sudah diambil,” kata Masduri dalam rilis tertulis, Kamis (04/06/2026).

Survei juga mencatat dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dirasakan masyarakat. Dampak terbesar adalah kenaikan harga kebutuhan pokok dengan angka 53,8 persen.

Dampak berikutnya adalah kenaikan tarif transportasi sebesar 16,4 persen. Sebanyak 10,1 persen responden menyebut penghasilan bulanan menjadi tidak mencukupi.

Temuan tersebut memperlihatkan tekanan harga masih menjadi isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kondisi itu juga menjelaskan mengapa bidang ekonomi menjadi sektor dengan tingkat kepuasan paling rendah dibanding bidang lain.

Meski kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran secara umum masih berada di atas 70 persen, sektor ekonomi tetap menjadi catatan penting. Poltracking mencatat kepuasan publik terhadap pemerintah mencapai 72,2 persen, sementara tingkat kepercayaan publik berada di angka 74,2 persen.

Masduri menilai persepsi publik masih berpeluang berubah. Perubahan itu bergantung pada isu dan konstelasi yang terus berkembang.

“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan konstelasi yang akan terus bergulir,” ujar Masduri.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita