PALANGKA RAYA – Sejumlah figur dari birokrat di Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini diunggulkan untuk maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024.

Para birokrat ini beberapa di antaranya masih menjabat sebagai Penjabat (Pj) Kepala Daerah di 12 kabupaten/kota se-Kalteng.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

Pengamat politik Kalteng pun menilai, menjamurnya nama birokrat dalam bursa pilkada membuat partai politik (parpol) memiliki opsi lebih baik dalam menyaring kandidat calon kepala daerah. Birokrat dinilai memiliki rekam jejak yang jelas dalam bekerja di dunia pemerintahan.

Direktur Barometer Kebijakan Publik dan Politik Daerah (Bajakah) Institute, Farid Zaky Yopiannor berpendapat, mencuatnya nama-nama birokrat dalam bursa pilkada merupakan suatu keniscayaan mengingat irisan antara birokrasi dan politik tidaklah kentara alias tipis.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
IMG-20240617-WA0075
idul adha barsel

“Jabatan Pj kepala daerah itu menyumbang insentif elektoral bagi sosok yang menduduki posisi itu, itu suatu keniscayaan, dibandingkan tokoh-tokoh parpol, posisi Pj ini strategis,” kata Zaky, Jumat 18 April 2024.

Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini, kacamata kritis publik perlu dimainkan untuk menajamkan peran kontrolnya.

Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral

Ia berpendapat, dari kacamata pasar pemilih, kehadiran birokrat yang mengikuti kontestasi politik merupakan hal yang positif, karena rekam jejak yang nyata di pemerintahan, sehingga bisa dikatakan birokrat merupakan pilihan yang lebih bagus dibanding politikus murni tanpa rekam jejak yang jelas.