CYRUSTIMES.COM, KAPUAS – Ketua Lembaga Bantuan Kesehatan Negara Semesta (LBKN) Kalimantan Tengah (Kalteng), Gatner Eka Tarung, mendesak aparat penegak hukum mengusut rencana pengadaan wallpaper rumah jabatan Ketua DPRD Kabupaten Kapuas senilai Rp1,5 miliar, karena dinilai tidak wajar dan berpotensi terjadi dugaan markup anggaran, Kamis (15/05/2026).
Dalam wawancara bersama wartawan, Gatner menilai nilai anggaran pengadaan wallpaper tersebut terlalu tinggi dibanding harga pasar, baik produk lokal maupun impor.
“Kalau saya mencermati itu, mahal banget wallpapernya. Sementara harga wallpaper produk lokal hingga impor, harganya nggak beda jauh,” ujarnya.
Ia mengatakan, aparat penegak hukum perlu membuka seluruh proses pengadaan secara transparan untuk memastikan tidak ada penyimpangan penggunaan anggaran daerah.
“Nah sekarang kalau pelanggaran itu terjadi, berarti markup anggaran mereka sudah jelas. Berarti kan tidak murni, mencuri uang negara di situ,” katanya.
Menurut Gatner, pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan.
“Jaksa maupun polisi, siapa saja yang duluan mau proses. Yang penting dibuka habis-habisan, jangan ditutupin,” tegasnya.
Ia juga meminta aparat hukum tidak bersikap tebang pilih dalam menangani dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
“Jangan berkeling mata. Jangan karena pertemanan, kasus hukum jadi nggak jalan,” ucapnya.
Selain dugaan markup, Gatner menilai pengadaan dengan nilai besar di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat juga berpotensi menjadi bentuk pemborosan APBD.

Tinggalkan Balasan