PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bakal menindak tegas pangkalan yang melanggar ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi .

Pasalnya harga gas elpiji 3 Kg bersubsidi di Palangka Raya saat ini melambung tinggi di rentang harga Rp 35-50 ribu. Sedangkan, HET Gas Elpiji 3Kg di Palangka Raya hanya Rp 22 ribu.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

“Yang jelas kalau tidak sesuai HET akan kita tindak,” kata Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, Selasa 16 April 2024.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya juga akan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait mahalnya harga gas elpiji 3 Kg di wilayah kota Palangka Raya.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
IMG-20240617-WA0075
idul adha barsel

“Kita akan lakukan sidak kembali, tadi sudah koordinasi dengan PT Pertamina, besok kami rapat untuk sidak besok, nanti dari Pertamina akan mendampingi kita,” ujarnya.

Dia membeberkan, pihaknya telah menutup salah satu pangkalan Gas Elpiji bersubsidi yang menjual di atas HET.

Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral

“Sudah ada pihak yang diputus oleh Pertamina yang melanggar HET,” bebernya.

Selain itu, Hera menyebut, terkait mahalnya harga gas elpiji, pihaknya telah melakukan sidak dan melakukan pemantauan pekan lalu sebelum hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah.

“Nah sekarang apabila harga tetap tinggi tidak mengikuti aturan HET itu ada sanksi, kita tidak bisa membiarkan hal ini,” ujarnya.