Tesla Model 3 Dapat Layar 16 Inci dan V2L
CYRUSTIMES, JAKARTA – Tesla kembali menyegarkan Model 3 dengan sejumlah peningkatan teknologi. Sedan listrik tersebut kini mendapatkan layar sentuh lebih besar berukuran 16 inci serta fitur Vehicle-to-Load (V2L) untuk pasar China.
Pembaruan tersebut membuat Tesla Model 3 semakin mendekati kemampuan sejumlah mobil listrik pesaing yang lebih dulu menawarkan fungsi V2L untuk memasok daya ke perangkat elektronik eksternal.
Layar Tengah Membesar Jadi 16 Inci
Salah satu perubahan paling terlihat terdapat pada layar infotainment di bagian tengah kabin.
Tesla meningkatkan ukuran layar Model 3 menjadi 16 inci, memberi area tampilan lebih luas untuk navigasi, pengaturan kendaraan, hiburan, kamera, hingga berbagai fungsi kendaraan lainnya.Seperti model Tesla lainnya, layar sentuh tetap menjadi pusat kendali utama kendaraan sehingga peningkatan ukuran panel menjadi salah satu perubahan penting pada versi terbaru.
Model 3 dikenal menggunakan desain interior minimalis dengan jumlah tombol fisik yang sangat terbatas.
Tesla Akhirnya Tambahkan V2L
Pembaruan yang lebih menarik adalah hadirnya teknologi Vehicle-to-Load (V2L).
Fitur ini memungkinkan baterai mobil listrik digunakan sebagai sumber tenaga untuk perangkat elektronik di luar kendaraan.
Dengan V2L, daya dari baterai kendaraan pada prinsipnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti peralatan elektronik portabel atau perangkat lain yang kompatibel.
Teknologi tersebut sebelumnya sudah digunakan oleh sejumlah produsen kendaraan listrik dan menjadi salah satu fitur yang semakin populer pada pasar Electric Vehicle (EV).
Tesla Mengejar Fitur Para Pesaing
Kehadiran V2L menjadi menarik karena selama ini sejumlah pesaing Tesla sudah lebih dulu menyediakan teknologi serupa.
Persaingan kendaraan listrik di China juga semakin ketat dengan hadirnya produsen lokal yang menawarkan fitur kabin, sistem hiburan hingga kemampuan suplai listrik eksternal sebagai nilai jual.
Pembaruan Model 3 menunjukkan Tesla terus menyesuaikan produknya terhadap perubahan kebutuhan konsumen dan kompetisi yang semakin agresif.
Pasar China Jadi Arena Persaingan Ketat
China merupakan salah satu pasar kendaraan listrik terbesar dunia sekaligus menjadi basis sejumlah produsen EV seperti BYD, Xiaomi, Nio, XPeng hingga Geely.
Persaingan tidak lagi hanya berfokus pada jarak tempuh baterai dan performa motor listrik.
Teknologi kabin, kecerdasan buatan, sistem bantuan berkendara, pengisian daya cepat hingga integrasi kendaraan dengan perangkat elektronik kini ikut menjadi faktor pembeda.
Tesla karena itu terus melakukan pembaruan terhadap Model 3 untuk menjaga daya saingnya di pasar tersebut.
Belum Ada Kepastian untuk Indonesia
Pembaruan Model 3 dengan layar 16 inci dan V2L tersebut saat ini diumumkan untuk pasar China.
Belum ada kepastian apakah konfigurasi yang sama akan dipasarkan secara luas di negara lain, termasuk Indonesia.
Spesifikasi kendaraan Tesla juga dapat berbeda antara satu pasar dengan pasar lainnya karena menyesuaikan regulasi, konfigurasi produksi dan strategi pemasaran.
Jika fitur V2L nantinya diperluas secara global, peningkatan tersebut berpotensi menjadi salah satu perubahan paling menarik pada Model 3 karena menambah fungsi baterai kendaraan di luar kebutuhan berkendara.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Tinggalkan Balasan