SITUBONDO — Keputusan mengejutkan datang dari tubuh LSM Teropong. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, Junaidi secara tiba-tiba menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua. Langkah ini sontak memicu tanda tanya publik: apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan tersebut?

Tak sekadar pernyataan tertulis, pengunduran diri itu bahkan diserahkan langsung kepada Ketua Umum LSM Teropong, Hj. Martini, di kediaman pribadinya, Desa Mangli wetan kecamatan Tapen kabupaten Bondowoso. Proses yang berlangsung tertutup ini semakin menambah spekulasi, mengingat tidak adanya forum resmi atau konferensi pers terbuka saat keputusan penting itu diambil.

Dalam keterangan resminya, Junaidi, Kamis 04 April 2026, menyebut bahwa pengunduran diri ini merupakan hasil pertimbangan matang dan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan. Namun, bagi sebagian kalangan, alasan tersebut dinilai masih menyisakan ruang tafsir yang luas.

Apakah ini murni langkah strategis organisasi? Ataukah ada dinamika internal yang belum terungkap ke publik?

Selama menjabat, Junaidi dikenal aktif mengawal isu-isu pengawasan kinerja aparatur dan cukup vokal dalam menyuarakan kepentingan masyarakat. Kepergiannya dari kursi kepemimpinan tentu menjadi kehilangan tersendiri, sekaligus membuka babak baru yang penuh tanda tanya.

Di sisi lain, Ketua Umum LSM Teropong, Hj. Martini, dikabarkan menerima langsung pengunduran diri tersebut dengan sikap terbuka. Meski begitu, belum ada pernyataan rinci terkait langkah organisasi selanjutnya, termasuk siapa yang akan mengisi posisi strategis tersebut.