CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Badan Urusan Logistik Kalimantan Tengah (Bulog Kalteng) menyiapkan 14.458 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjelang Ramadan 2026 yang tinggal 15 hari lagi. Cadangan tersebut disiapkan untuk mencegah lonjakan harga dan kelangkaan beras saat bulan puasa hingga Lebaran.

Kepala Kantor Bulog Wilayah Kalteng, Budi Sultika, menyatakan stok beras tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan 2,8 juta penduduk Kalteng dengan konsumsi harian rata-rata 560 ton.

“Kami saat ini sudah menguasai 14.458 ton beras SPHP, ini sudah cukup untuk menjaga stok beras bagi 2,8 juta penduduk Kalteng dengan rata-rata total konsumsi harian kurang lebih 560 ton,” ujar Budi di Palangka Raya, Selasa (27/1/2026).

Selain cadangan Bulog, stok beras Kalteng juga ditopang Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 56 ton. Angka CPP dihitung 10 persen dari konsumsi beras rata-rata.

“Kalau ditambah dengan CPP, itu rumusnya 10 persen, jadi 56 ton, ditambah dengan punya kita 14.458 ton, sehingga stoknya aman sekali untuk ramadan,” jelas Budi.

Bulog Kalteng juga memaksimalkan penyerapan gabah dari petani lokal untuk memperkuat cadangan beras. Langkah ini memastikan ketersediaan stok tetap aman dan harga terkendali selama Ramadan hingga Lebaran.

“Belum lagi melalui penyerapan gabah petani, sehingga bisa kami pastikan stoknya tersedia, aman, dan harganya pasti terkendali,” tegasnya.

Tidak hanya beras, Bulog Kalteng juga menyiapkan komoditas lain yang permintaannya meningkat saat Ramadan. Minyak goreng tersedia sekitar 136.000 liter, sementara gula mencapai 95 ton dengan tambahan 50 ton dalam perjalanan.

“Minyak goreng kami kuasai sekitar 136.000 liter, gulanya 95 ton ditambah yang sedang dalam perjalanan ini 50 ton, jadi tidak perlu khawatir ketersediaan stok puasa sampai lebaran,” jelasnya.

Budi menyatakan Bulog Kalteng bersama Satgas Pangan Pemprov Kalteng dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng akan terus memantau ketersediaan pangan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada gejolak kenaikan harga selama Ramadan hingga Lebaran.

“Sehingga ramadan sampai lebaran bisa kita jalani dengan tenang tanpa ada gejolak kenaikan harga, kami dan satgas pangan akan terus melakukan pemantauan di lapangan,” jelas dia.

Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menegaskan pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri dalam mengelola penyediaan dan distribusi kebutuhan pokok. Integrasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi.

“Tanpa integrasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BULOG, upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.

Pemprov Kalteng memperkuat upaya stabilisasi harga pangan dan menjaga pasokan beras untuk mengantisipasi lonjakan harga pada momentum hari besar keagamaan. Pemerintah daerah menjamin ketersediaan logistik dan kestabilan harga agar kondisi tetap kondusif.

“Pemerintah daerah menjamin ketersediaan logistik dan kestabilan harga. Hal ini penting agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat dan kondisi daerah tetap kondusif di tengah kekhidmatan hari besar keagamaan,” tegasnya.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita