CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Hatir Sata Tarigan meminta pemerintah kota agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang terjadi saat ini.
“Karena memang saat ini kita sedang mengalami efisiensi anggaran yang juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Ini saatnya kita meningkatkan strategi untuk tetap melakukan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Hatir di Palangka Raya, Selasa.
Hatir mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya bersama seluruh jajaran perangkat daerah untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan, upaya tersebut perlu dilakukan tanpa membebani masyarakat secara ekonomi.
“Peningkatan PAD harus kita pikirkan bersama. Jangan sampai langkah-langkah yang diambil justru memberatkan masyarakat,” ucapnya.
Politisi Partai Demokrat itu juga menyoroti dampak pemangkasan TKD, yang bisa memengaruhi sektor lain, termasuk pengurangan dana hibah, pelayanan publik, dan pembangunan infrastruktur. Ia mengingatkan agar pemerintah kota tetap memperhatikan sektor yang sudah bermitra dengan pemerintah, seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan forum pembela negara.
“Kalaupun sudah ada kesepakatan insentifnya, agar jangan melupakan hal itu,” tambah Hatir.
Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melalui Pj Sekda Arbert Tombak, menyatakan pemerintah daerah akan lebih berhati-hati dalam menentukan skala prioritas pembangunan sejalan dengan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Arbert menambahkan, pembahasan bersama DPRD menunjukkan delapan fraksi memiliki pandangan serupa, yakni perlunya menghemat belanja daerah dan memfokuskan anggaran pada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, arah kebijakan Pemko akan difokuskan pada sektor pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Arbert.
Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita
