Estimasi waktu baca: 4 menit

Gempa M4,7 Guncang Manggarai Dini Hari, Terasa hingga III–IV MMI

CYRUSTIMES, MANGGARAI – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu dini hari, 16 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi tepat pada pukul 01.26.34 WIB.

Pusat gempa berada di laut sekitar 48 kilometer utara Ruteng-Manggarai, dengan kedalaman hanya 6 kilometer. Episenter berada pada koordinat 8,19 Lintang Selatan dan 120,35 Bujur Timur.

Getaran gempa dirasakan cukup nyata oleh masyarakat Kabupaten Manggarai dengan intensitas III–IV Modified Mercalli Intensity (MMI).

Getaran Terasa Cukup Kuat di Dalam Rumah

Skala III–IV MMI menunjukkan guncangan sudah dapat dirasakan dengan jelas oleh masyarakat.

Menurut penjelasan BMKG, pada skala III MMI getaran terasa nyata di dalam rumah dan dapat dirasakan seperti ada kendaraan berat melintas.

Sementara pada intensitas IV MMI, getaran pada siang hari umumnya dirasakan banyak orang yang berada di dalam rumah dan dapat menyebabkan pintu atau jendela berderik serta benda-benda tertentu bergetar.

Dengan intensitas III–IV MMI yang tercatat di Kabupaten Manggarai, gempa dini hari tersebut berpotensi membuat warga yang sedang beristirahat merasakan guncangan dengan cukup jelas.

Pusat Gempa Dangkal di Laut Utara Ruteng

Kedalaman gempa yang hanya sekitar 6 kilometer membuat peristiwa ini tergolong gempa dangkal berdasarkan parameter awal BMKG.

Gempa dangkal pada umumnya dapat menghasilkan guncangan yang terasa lebih kuat di daerah yang relatif dekat dengan pusat gempa dibandingkan gempa berkedalaman besar dengan magnitudo serupa.

Namun kekuatan getaran yang dirasakan di suatu lokasi tetap dipengaruhi jarak dari episenter, kondisi tanah, kedalaman sumber serta karakteristik bangunan.

Dalam informasi gempa dirasakan yang diterbitkan BMKG, peristiwa ini tercatat sebagai gempa bermagnitudo 4,7 dengan pusat di laut utara Ruteng-Manggarai.

Belum Ada Laporan Kerusakan

Hingga informasi ini dihimpun, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa M4,7 tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga disarankan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah, terutama apabila ditemukan retakan atau kerusakan setelah guncangan.

Pada data gempa dirasakan BMKG, tidak tercantum peringatan tsunami untuk kejadian M4,7 tersebut.

Sehari Sebelumnya Manggarai Juga Diguncang Gempa

Gempa dini hari Rabu bukan satu-satunya guncangan yang tercatat di sekitar Ruteng-Manggarai dalam beberapa hari terakhir.

BMKG mencatat pada Selasa, 15 September 2026 pukul 09.27.41 WIB, gempa magnitudo 3,1 terjadi di laut sekitar 41 kilometer utara Ruteng-Manggarai dengan kedalaman 7 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan di Kabupaten Manggarai pada intensitas II–III MMI.

Dua hari sebelumnya, Senin, 14 September, gempa lebih kuat bermagnitudo 4,9 juga terjadi di laut sekitar 56 kilometer barat laut Ruteng-Manggarai dengan kedalaman 10 kilometer.

Getarannya dirasakan pada skala III–IV MMI di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, serta II MMI di Kabupaten Ngada.

Catatan BMKG juga menunjukkan sejumlah gempa lebih kecil terjadi di kawasan Flores dalam rentang waktu yang berdekatan.

Flores Masih Dalam Pemantauan Pascagempa M7,7

Aktivitas gempa di kawasan Flores masih menjadi perhatian setelah gempa besar M7,7 pada 15 Agustus 2026.

BMKG pada 15 September menyatakan aktivitas gempa susulan pascagempa tersebut telah memasuki fase peluruhan secara signifikan.

Hingga 15 September 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 15.722 gempa susulan dengan magnitudo M0,9 hingga M6,2.

Sebanyak 190 kejadian di antaranya dilaporkan dirasakan masyarakat.

Meski frekuensinya menurun, BMKG tetap meminta masyarakat di kawasan terdampak untuk menjaga kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi.

Perlu dicatat, informasi gempa dirasakan BMKG untuk kejadian M4,7 pada 16 September belum secara khusus menyebut gempa tersebut sebagai bagian dari rangkaian susulan M7,7. Karena itu, keterkaitannya tidak sebaiknya disimpulkan tanpa analisis resmi BMKG.

Warga Diminta Hindari Bangunan Rusak

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi gempa dari sumber yang tidak terverifikasi.

Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan juga dianjurkan menghindari bangunan yang telah retak atau rusak dan memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali masuk.

Kewaspadaan menjadi penting mengingat kawasan Flores masih mencatat aktivitas kegempaan setelah gempa besar Agustus lalu.

Informasi mengenai perubahan parameter gempa maupun perkembangan aktivitas seismik berikutnya dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja